AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran

Kamis, 02 Juli 2026 - 08:59 WIB
loading...
A A A
Riyadh, imbuh laporan WSJ, ingin AS menekan UEA untuk menghentikan serangannya dan bergabung dengan upaya diplomatik regional untuk mengakhiri perang.

Sikap keras Abu Dhabi terhadap Iran semakin memperburuk ketegangan dengan Arab Saudi yang telah memanas selama setahun terakhir. UEA menarik diri dari OPEC yang dipimpin Saudi pada bulan April.

Arab Saudi juga mendesak AS selama perang untuk mencabut blokade pelabuhan Iran, sesuatu yang ditolak Trump hingga kesepakatan tercapai bulan lalu. Memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara AS dan Iran, yang telah diuji oleh baku tembak baru-baru ini antara kedua pihak, mencakup jangka waktu 60 hari.

Gencatan senjata telah menghentikan perang yang pecah akibat serangan AS-Israel yang menargetkan rezim Iran pada akhir Februari. Itu juga menyebabkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan kerangka waktu untuk kesepakatan akhir guna mengakhiri konflik secara permanen dan mencapai kesepakatan tentang program nuklir Iran.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly membantah bahwa hubungan AS dan Arab Saudi telah memburuk. Dia mengatakan kepada WSJ bahwa Washington dan Riyadh mempertahankan hubungan yang positif.

“Presiden Trump mendengarkan berbagai pendapat tentang isu tertentu, dan beliau menanggapi dengan serius masukan dari mitra regional kami,” katanya.

“Pada akhirnya, dia membuat semua keputusan berdasarkan apa yang terbaik untuk rakyat Amerika," ujarnya.

Pentagon menolak berkomentar, sementara Riyadh tidak memberikan tanggapan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Keji! Israel Bunuh Kiper...
Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina
Rekomendasi
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Lisa Mariana Buka Suara...
Lisa Mariana Buka Suara usai Dituding Tipu Klien Endorsement, Singgung Judi Online
Berita Terkini
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved