Cetak Foto Kondisi Korsel, Pria Korut Terancam Dieksekusi Rezim Kim Jong-un

Selasa, 22 September 2020 - 10:52 WIB
loading...
Cetak Foto Kondisi Korsel,...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/REUTERS
A A A
PYONGYANG - Seorang warga Korea Utara (Korut) terancam dieksekusi mati oleh regu tembak rezim Kim Jong-un . Dia ditangkap atas tuduhan membantu pembelot Korea Utara yang ada di Korea Selatan untuk berkomunikasi via telepon dengan keluarganya.

Selain itu, warga provinsi Hamgyong Utara itu dituduh berbagi informasi tentang kondisi kehidupan negara yang pernuh rahasia tersebut. Dia didakwa melakukan spionase setelah ketahuan mencetak foto yang diambil oleh pembelot di toko foto setempat.(Baca: Trump Klaim Kim Jong-un Perlihatkan Kepala Paman usai Mengeksekusinya )

Dia dilaporkan mengaku membantu para warga melakukan panggilan telepon dan video dengan pembelot yang berada di Korea Selatan.

Sebuah sumber di lembaga penegak hukum Korea Utara mengatakan kepada kantor berita yang didanai pemerintah Amerika Serikat (AS), Radio Free Asia (RFA); “Pada pertengahan Agustus, seorang penduduk daerah Onsong, provinsi Hamgyong Utara ditangkap karena dicurigai melakukan spionase ketika seorang agen dinas rahasia lokal Departemen Keamanan mengetahui bahwa dia telah mencetak foto dari Korea Selatan di studio foto lokal."

“Dia mengaku saat diinterogasi oleh Departemen Keamanan provinsi," lanjut sumber tersebut, yang dilansir Selasa (22/9/2020). (Baca: Kritik Ekonomi Kim Jong-un, 5 Pejabat Korut Dieksekusi Mati )

“Dia mengatakan bahwa dia mencari nafkah dengan membawa penduduk dari daerah pedalaman negara itu ke perbatasan dengan China selama beberapa tahun, sehingga mereka dapat melakukan panggilan telepon dan video kepada anggota keluarga mereka yang melarikan diri ke Korea Selatan atau China," imbuh sumber penegak hukum Korea Utara.

Rezim Pyongyang dikenal dengan hukuman yang keras sejak diktator muda Kim Jong-un memperkuat cengkeramannya atas 25,5 juta warga Korea Utara.

"Departemen Keamanan provinsi mengamankan semua pesan teks yang dia kirim dan terima melalui WeChat," kata sumber tersebut. "Mereka menemukan bahwa dia telah sangat sering mengirimkan informasi tentang situasi terkini di Korea Utara. Jadi, otoritas keamanan provinsi sekarang mengatakan bahwa pengiriman uang itu hanyalah kedok dan bahwa dia sebenarnya adalah mata-mata yang memberikan informasi kepada Korea Selatan."

“Sangat mungkin dia akan dieksekusi oleh regu tembak atau dikirim ke kamp penjara politik," papar sumber penegak hukum Korea Utara. (Baca juga: Kim Jong-un Tolak Masker Kiriman China karena Curiga Buatan Korsel )

Negara komunis ini secara virtual tetap terisolasi secara teknologi dengan bahkan mereka yang berada dalam kelompok elitnya hanya mengizinkan ponsel yang terpasang ke jaringan domestik dan yang tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar.

Tetapi perantara telepon menggunakan telepon seluler yang terhubung dengan jaringan seluler China untuk memungkinkan komunikasi antara pembelot Korea Utara di Korea Selatan dan anggota keluarga mereka yang masih tinggal di Korea Utara.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved