Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:36 WIB
loading...
A A A
Seiring waktu, Iran beralih dari sistem impor menuju kekuatan rudal jarak jauh yang sebagian besar buatan dalam negeri dan mengintegrasikan rudal, drone, dan jaringan proksi regional ke dalam doktrin "pertahanan maju" yang dirancang untuk memproyeksikan kekuatan dan mencegah musuh.

Arsenal rudal balistik Iran dibangun di sekitar rudal balistik jarak pendek (SRBM), yang digunakan terhadap pangkalan AS, Irak, dan negara-negara Teluk, dan rudal balistik jarak menengah (MRBM) yang mampu mencapai Israel dari wilayah Iran.

Persenjataan tersebut mencakup varian berbahan bakar cair dan padat. Selain rudal balistik, Teheran memiliki ribuan drone, termasuk UAV serang satu arah, bersenjata, dan pengintai, serta rudal jelajah serang darat dan anti-kapal.

Tidak jelas berapa banyak rudal yang dimiliki Iran. Beberapa perkiraan menyebutkan jumlahnya lebih dari 3.000 rudal balistik berbagai jenis. Bahkan lebih tidak jelas berapa banyak yang tersisa setelah perang melawan AS dan Israel.

Pada bulan Mei, The New York Times melaporkan bahwa penilaian intelijen AS yang dirahasiakan menemukan bahwa Iran masih memiliki sekitar 70% peluncur mobile yang beroperasi di seluruh negeri dan telah mempertahankan sekitar 70% dari persediaan rudal pra-perangnya.

Jim Lamson, seorang peneliti senior di James Martin Center for Nonproliferation Studies dan peneliti tamu di King’s College London, mengatakan kepada The New Arab bahwa perkiraan intelijen tentang persediaan rudal Iran masuk akal, tetapi sulit untuk dikonfirmasi dengan yakin.

“Serangan Israel dan AS sangat merusak infrastruktur rudal balistik Iran, menghantam lokasi produksi, rantai pasokan, dan pangkalan operasional,” katanya.

Meskipun serangan tersebut menghancurkan sebagian besar infrastruktur di atas tanah, fasilitas rudal Iran di dalam terowongan lebih sulit untuk ditargetkan.

Lamson mengatakan dia memperkirakan Iran akan mencoba membangun kembali dan meningkatkan kemampuan rudal balistiknya ke depannya, terutama karena laporan menunjukkan Teheran telah mulai memulihkan sebagian jaringan rudalnya.

Doktrin Deterrence Baru


Meskipun Iran telah keluar dari perang dengan pengaruh yang signifikan dan sikap yang lebih tegas, menggunakan tekanan diplomatik dan militer untuk memperkuat posisi negosiasinya, perang pada tahun 2025 dan 2026 telah mengungkap keterbatasan strategi pencegahan (deterrence) tradisional Teheran.

Ketergantungannya pada kemampuan rudal dan jaringan proksi gagal mencegah serangan terhadap wilayah Iran, yang mendorong penilaian ulang tentang bagaimana Iran melindungi dirinya sendiri.

“Saya pikir Iran sekarang sedang memikirkan kembali doktrin pertahanannya,” kata Vaez. “Teheran telah menemukan pencegahan baru dalam kendalinya atas Selat Hormuz, meskipun pertanyaannya adalah apakah Iran berisiko kehilangan pengaruh itu dengan menggunakannya secara berlebihan.”

Eyre mengatakan bahwa bahkan jika AS mengajukan program rudal Teheran ke meja perundingan, Iran tidak akan membuat konsesi. "Akan sangat sulit untuk mendapatkan kesepakatan nuklir, jadi gagasan bahwa Iran akan menegosiasikan program rudalnya sama sekali tidak realistis," imbuh dia.

Mereka yang paling khawatir tentang absennya program rudal Iran dari negosiasi adalah negara-negara Teluk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
Cing Abdel Sudah Ikhlas...
Cing Abdel Sudah Ikhlas Lepas Temon, Kini Hanya Tersisa Kenangan Lucu
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved