Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:25 WIB
loading...
A A A
Arseny, seorang penulis iklan dari Moskow, pindah ke rumah pedesaannya di wilayah Yaroslav, 280 km (175 mil) barat daya ibu kota.

“Di sini, jauh lebih aman daripada di Moskow,” katanya kepada Al Jazeera, merahasiakan nama belakangnya karena posisinya yang anti-Putin.

“Udaranya jauh lebih bersih” dibandingkan dengan Moskow, tempat “hujan minyak” hitam dan beracun turun setelah dua serangan pesawat tak berawak terhadap kilang minyak utama pada pertengahan Juni, katanya.

Namun, bahkan di sana, Arseny masih mendengar suara pesawat tak berawak Ukraina dan ledakan keras dari sistem pertahanan udara.

“Dua hari yang lalu, [pesawat tak berawak] ditembakkan 10 km dari kami.” “Rumah itu melompat tiga kali,” candanya.

“Sanksi drone” Ukraina berkontribusi pada tanda-tanda keseluruhan “kelelahan struktural” ekonomi Rusia, menurut laporan tanggal 11 Juni oleh Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia Swedia dan Institut Ekonomi Transisi Stockholm.

“Garis besar akhir permainan ekonomi yang sesungguhnya mulai terlihat bagi Rusia,” katanya. “Ekonomi belum runtuh, tetapi fondasi strukturalnya telah terkikis dengan cepat.”

Banyak warga Ukraina hanya merasakan schadenfreude (kesenangan atas kemalangan orang lain).

“‘Itu kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang saya rasakan,” kata Hannah Onopriyenko, seorang konsultan keuangan.

Seorang warga yang tinggal di lingkungan Lukyanivka di pusat Kyiv, yang telah diguncang dan rusak akibat puluhan serangan pesawat tak berawak Rusia, mengatakan kepada Al Jazeera.

Serangan terbaru pada akhir Mei menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya, serta membakar pusat perbelanjaan di atas stasiun kereta bawah tanah.

“Namun, saya mengerti bahwa apa yang mereka alami hanyalah sekitar lima persen dari apa yang telah kami alami,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.22: Momen Romantis Elio yang Berniat Melamar Arumi Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved