Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS

Jum'at, 26 Juni 2026 - 15:09 WIB
loading...
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un janji kapal perang Korea Utara akan dilengkapi senjata nuklir. Langkah ini akan menambah kekhawatiran AS. Foto/KCNA
A A A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah berjanji untuk mempersenjatai kapal-kapal perang Pyongyang dengan senjata nuklir. Upaya ini akan menambah masalah bagi Amerika Serikat (AS) yang sudah lama ingin melucuti senjata nuklir rezim Kim.

Menurut laporan media pemerintah Korut, KCNA, janji Kim Jong-un disampaikan pada upacara peresmian kapal perusak Choe Hyon berbobot 5.000 ton di sebuah galangan kapal di pelabuhan barat Nampo baru-baru ini.

Baca Juga: Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir

"Angkatan Laut ini berkembang menjadi Angkatan Laut yang lengkap, yang dilengkapi dengan sarana strategis karena program mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana tanpa kesalahan," kata Kim Jong-un.

Korea Utara meresmikan ambisinya untuk menjadi kekuatan nuklir pada tahun 2023 dengan menuliskannya ke dalam konstitusi. Pyongyang telah menolak seruan dari AS dan sekutunya; Korea Selatan, untuk denuklirisasi penuh Semenanjung Korea, yang menempatkan Kim Jong-un secara langsung bertentangan dengan rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk kawasan tersebut.

Trump diduga telah meminta bantuan Presiden China Xi Jinping dalam masalah ini selama kunjungan kenegaraannya ke Beijing pada bulan Mei. Laporan media-media AS tentang pembicaraan tersebut menyatakan denuklirisasi sebagai tujuan bersama, tetapi ringkasan China tentang pertemuan puncak itu tidak mencantumkan posisi tersebut.

Awal bulan ini, selama kunjungan ke fasilitas pengayaan nuklir yang baru dibangun, Kim Jong-un berjanji akan memperluas kekuatan strategis Korea Utara secara eksponensial.

Dia juga mengungkapkan bahwa para ilmuwan nuklir Korea Utara telah menggandakan produksi material yang diperkaya dalam lima tahun terakhir.

Korea Utara memiliki setidaknya 60 hulu ledak nuklir, menurut perkiraan yang tersedia untuk umum, masih jauh di bawah persediaan Rusia dan AS, yang keduanya melebihi 5.000. Tetapi para peneliti percaya Korea Utara telah menghasilkan cukup material untuk hingga 90 hulu ledak.

"Saya percaya perkataan Kim Jong-un dan saudarinya, Kim Yo-jong, ketika mereka mengatakan tidak akan menyerahkan senjata nuklir mereka. Dan saya tidak yakin seberapa realistis komitmen Donald Trump terhadap denuklirisasi Korea Utara," kata Sean King, wakil presiden senior di perusahaan konsultan Park Strategies di New York, kepada Newsweek, Jumat (26/6/2026).

"Saya pikir yang terbaik yang dapat diharapkan Amerika saat ini hanyalah mengelola masalah ini. Selama rezim Kim berkuasa, senjata nuklir Pyongyang akan tetap ada," kata King.

Korea Utara mengumumkan pembangunan kapal perang Choe Hyon 18 bulan lalu dan meluncurkannya pada April 2025. Kapal kedua dari kelas kapal perusak tersebut, Kang Kon, terbalik bulan berikutnya selama peluncuran di galangan kapal Hambuk di Chongjin di pantai timur Korea Utara. Kapal itu kemudian ditegakkan kembali oleh para insinyur.

Pyongyang akan mendanai setidaknya empat kapal perusak kelas Choe Hyon untuk Angkatan lLaut, tetapi Kim Jong-un menginginkan kapal yang lebih besar dan lebih kuat, termasuk kelas kapal penjelajah 10.000 ton, katanya kepada para pelaut pada upacara di Nampo.

“Sekarang kita dapat menegaskan bahwa tidak ada hambatan teknologi yang tidak dapat diatasi bagi kita dalam membangun dan meluncurkan kapal perusak dan kapal penjelajah dari berbagai kelas,” katanya.

Namun, Kim Jong-un menambahkan bahwa kurangnya pangkalan untuk menambatkan kapal perang besar saat ini merupakan suatu kekhawatiran.

“Di masa lalu tidak ada kebutuhan akan pangkalan seperti itu,” kata Kim Jong-un, menambahkan; "Sekarang membangun pangkalan Angkatan Laut modern adalah tugas yang mendesak dan penting.”

Angkatan Laut yang memiliki kapal selam bertenaga nuklir dan Angkatan Darat yang dilengkapi dengan rudal hipersonik telah lama menjadi daftar keinginan Kim Jong-un, bersamaan dengan satelit mata-mata dan rudal balistik antarbenua.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved