Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Rabu, 24 Juni 2026 - 21:13 WIB
loading...
Rusia klaim senjata nuklir jadi satu-satunya jaminan pada perang global. Foto/X
A
A
A
MOSKOW - Senjata nuklir adalah satu-satunya benteng yang mencegah dunia tergelincir ke dalam perang global. Itu diungkapkan Kremlin pada hari Rabu di tengah kekhawatiran akan perlombaan senjata multi-negara yang baru.
Perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Rusia dan Amerika Serikat, New START, berakhir pada bulan Februari, melepaskan pembatasan pada dua kekuatan nuklir terbesar di dunia.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda dari kedua pihak untuk memperbarui atau mengganti perjanjian tersebut, meskipun kedua pihak sepakat untuk membangun kembali pembicaraan militer tingkat tinggi.
"Faktanya, kita tidak memiliki apa pun lagi di dunia ini selain pencegahan nuklir. Itu satu-satunya hal yang melindungi dunia dari perang global," katanya.
"Seiring perkembangan teknologi, sudah jelas bahwa jenis senjata non-nuklir baru akan muncul, tetapi pada akhirnya mungkin akan menyamai senjata nuklir dalam daya hancurnya," tambahnya.
Presiden AS Donald Trump telah mendesak perjanjian baru untuk memasukkan China, yang persenjataan nuklirnya terus bertambah tetapi masih jauh lebih kecil daripada Rusia atau Amerika Serikat.
Beijing secara terbuka menolak tekanan tersebut.
Moskow mengatakan jika China dilibatkan dalam kesepakatan baru, maka sekutu nuklir Washington, Inggris dan Prancis, juga harus diikutsertakan.
Ditandatangani pada tahun 2010, perjanjian ini merupakan yang terakhir dalam serangkaian perjanjian pengendalian senjata era Perang Dingin, yang membatasi Moskow dan Washington masing-masing hanya memiliki 1.550 hulu ledak nuklir yang ditempatkan.
Sebelum perjanjian tersebut berakhir, kedua negara berulang kali saling menuduh gagal mematuhi kesepakatan tersebut.
Perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Rusia dan Amerika Serikat, New START, berakhir pada bulan Februari, melepaskan pembatasan pada dua kekuatan nuklir terbesar di dunia.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda dari kedua pihak untuk memperbarui atau mengganti perjanjian tersebut, meskipun kedua pihak sepakat untuk membangun kembali pembicaraan militer tingkat tinggi.
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
1. Tak Ada yang Mampu Mencegah Senjata Nuklir
Berbicara di sebuah forum kebijakan luar negeri di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa sistem keamanan global sedang "terkikis.""Faktanya, kita tidak memiliki apa pun lagi di dunia ini selain pencegahan nuklir. Itu satu-satunya hal yang melindungi dunia dari perang global," katanya.
"Seiring perkembangan teknologi, sudah jelas bahwa jenis senjata non-nuklir baru akan muncul, tetapi pada akhirnya mungkin akan menyamai senjata nuklir dalam daya hancurnya," tambahnya.
2. Andalan untuk Menggertak Lawan
Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali menggunakan retorika nuklir selama empat tahun serangannya terhadap Ukraina, memicu tuduhan gertakan sembrono dari Eropa dan Amerika Serikat.Presiden AS Donald Trump telah mendesak perjanjian baru untuk memasukkan China, yang persenjataan nuklirnya terus bertambah tetapi masih jauh lebih kecil daripada Rusia atau Amerika Serikat.
Beijing secara terbuka menolak tekanan tersebut.
Moskow mengatakan jika China dilibatkan dalam kesepakatan baru, maka sekutu nuklir Washington, Inggris dan Prancis, juga harus diikutsertakan.
3. Tidak Ada Pembatasan Senjata Nuklir
Berakhirnya Perjanjian New START menandai pertama kalinya dalam beberapa dekade tidak ada perjanjian yang berlaku untuk membatasi penempatan senjata nuklir.Ditandatangani pada tahun 2010, perjanjian ini merupakan yang terakhir dalam serangkaian perjanjian pengendalian senjata era Perang Dingin, yang membatasi Moskow dan Washington masing-masing hanya memiliki 1.550 hulu ledak nuklir yang ditempatkan.
Sebelum perjanjian tersebut berakhir, kedua negara berulang kali saling menuduh gagal mematuhi kesepakatan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :