Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:38 WIB
loading...
A A A
“Berkali-kali, sebagian besar anggota Senat dari Partai Republik berpihak pada Trump dan perangnya, alih-alih rakyat Amerika. Rakyat Amerika telah membayar harga atas kesalahan bersejarah Trump di Iran. Ini akan tercatat dalam buku sejarah sebagai salah satu upaya kebijakan luar negeri terburuk yang pernah dilakukan Amerika.”

Kekhawatiran tentang Negosiasi Perang


Pada 28 Februari, Trump bergabung dengan Israel dalam melancarkan serangan terhadap Iran, memicu perang di seluruh wilayah yang berlanjut hingga bulan ini.

Ini juga merupakan kali kedua sejak kembali menjabat untuk masa jabatan kedua, Trump melibatkan pasukan militer AS dalam perang melawan Iran.

Pada Juni 2025, Trump juga mengirimkan pesawat pengebom untuk menyerang tiga lokasi penting yang terkait dengan program pengayaan nuklir Iran, sebagai bagian dari apa yang disebut Perang Dua Belas Hari.

Trump mengatakan konflik terbaru ini diperlukan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, ambisi yang telah lama disangkalnya.

Namun, para kritikus menggambarkan serangan Februari sebagai tindakan agresi tanpa provokasi yang mengancam akan semakin menggoyahkan Timur Tengah.

Negosiasi saat ini sedang berlangsung di Swiss, sementara pemerintahan Trump dan Iran terus membahas syarat-syarat gencatan senjata yang tercantum dalam nota kesepahaman (MoU) tanggal 17 Juni.

Namun, apakah nota kesepahaman itu akan berlaku masih belum jelas. Israel, mitra AS dalam perang melawan Iran, terus melakukan serangan di Lebanon, melanggar ketentuan perjanjian, yang menyerukan penghentian pertempuran di semua lini.

Para kritikus resolusi hari Selasa menunjuk pada negosiasi yang sedang berlangsung sebagai alasan untuk menggagalkan pengesahan resolusi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved