Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan

Jum'at, 19 Juni 2026 - 14:37 WIB
loading...
A A A
“Banyak hal terjadi di tingkat lokal, karena apa yang telah diputuskan oleh seseorang di tingkat lokal. Tetapi juga, ini bisa menjadi pendahuluan untuk larangan menyeluruh dan mereka hanya menguji keadaan,” kata seorang analis yang bekerja di Afghanistan.

Larangan tersebut muncul setelah meningkatnya upaya Taliban untuk sepenuhnya memutus Afghanistan dari internet global. Pada bulan September, pihak berwenang memerintahkan pemadaman internet yang berlangsung selama dua hari dan secara samar-samar dibenarkan oleh kekhawatiran tentang pornografi—Perintah tersebut menyatakan bahwa pemutusan hubungan tersebut dilakukan untuk “mencegah tindakan tidak bermoral”.

Analis Afghanistan tersebut, yang berbicara seacara anonim, mengatakan bahwa pemutusan internet itu dilakukan secara tergesa-gesa dan tanpa pertimbangan matang. Hal itu membekukan perdagangan di seluruh negeri dan memengaruhi layanan darurat dan penerbangan.

“Sektor swasta panik, sektor perbankan panik, bahkan orang-orang mereka sendiri—sektor keamanan dan kantor pemimpin tertinggi—dan mereka menyadari ‘Oke, kita tidak benar-benar memikirkan ini dengan matang’, jadi mereka memberlakukannya kembali,” kata analis tersebut.

Mungkin ada beberapa faktor yang mendorong larangan terbaru ini. Pertama, demonstrasi jalanan yang pecah di kota Herat di bagian barat setelah Taliban menangkap perempuan dan anak perempuan karena “hijab yang tidak pantas”. Dalam demonstrasi tersebut, pasukan Taliban tampaknya menembak ke arah kerumunan dan menewaskan sedikitnya dua orang.

Peristiwa ini mungkin telah memberikan dorongan bagi pembatasan tersebut, kata analis tersebut. “Video-video yang muncul dari protes di Herat menimbulkan banyak kekhawatiran. Emirat berusaha untuk menahannya. Awalnya, mereka menyangkalnya. Mereka berkata, tidak, tidak, ini tidak terjadi. Kemudian video-video mulai muncul," paparnya.

Namun, Taliban telah mendorong larangan penggunaan ponsel pintar sebelum protes—dengan alasan termasuk kekhawatiran akan kebocoran internal, dan kekhawatiran bahwa hal itu mengikis produktivitas di kalangan pejabat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perang Berlanjut, Pakistan...
Perang Berlanjut, Pakistan Klaim Bunuh 274 Pejuang Taliban, 400 Luka-luka
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved