Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Jum'at, 19 Juni 2026 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Di provinsi Herat, di Afghanistan barat, dua pegawai pemerintah mengatakan bahwa larangan penggunaan ponsel pintar telah berlaku selama berbulan-bulan.
“Sekitar dua bulan lalu mereka mengatakan untuk tidak membawa ponsel Anda ke kantor,” kata salah satu dari mereka.
“Saya dan beberapa kolega tidak menganggapnya serius. Mereka menyita ponsel kami, dan setelah kami membuat keributan, mereka menghancurkan ponsel kami," ujarnya.
"Taliban khawatir bahwa orang-orang hanya menggunakan ponsel mereka sepanjang waktu dan mereka tidak bekerja. Dan, Anda tahu, ponsel pintar seharusnya tidak digunakan di tempat kerja,” imbuh analis tersebut.
Kemudian, lanjut analis, ada masalah kebocoran karena pejabat pemerintah menggunakan ponsel pintar mereka untuk memotret dokumen—dan merekam pertemuan sesekali—lalu membiarkan dokumen-dokumen ini, dengan satu atau lain cara, tersebar ke publik sebelum pemimpin tertinggi menyetujuinya.
Karyawan yang membuang waktu secara online dan membocorkan informasi mungkin merupakan bagian dari tantangan umum dalam pemerintahan. Perbedaannya, kata analis tersebut, adalah pendekatan Taliban terhadap hal itu.
“Pengaruh smartphone dan akses internet terhadap produktivitas sampai batas tertentu adalah hal yang universal. Perbedaannya di sini adalah saya belum melihat negara lain yang membuat undang-undang untuk menentangnya," paparnya.
“Sekitar dua bulan lalu mereka mengatakan untuk tidak membawa ponsel Anda ke kantor,” kata salah satu dari mereka.
“Saya dan beberapa kolega tidak menganggapnya serius. Mereka menyita ponsel kami, dan setelah kami membuat keributan, mereka menghancurkan ponsel kami," ujarnya.
"Taliban khawatir bahwa orang-orang hanya menggunakan ponsel mereka sepanjang waktu dan mereka tidak bekerja. Dan, Anda tahu, ponsel pintar seharusnya tidak digunakan di tempat kerja,” imbuh analis tersebut.
Kemudian, lanjut analis, ada masalah kebocoran karena pejabat pemerintah menggunakan ponsel pintar mereka untuk memotret dokumen—dan merekam pertemuan sesekali—lalu membiarkan dokumen-dokumen ini, dengan satu atau lain cara, tersebar ke publik sebelum pemimpin tertinggi menyetujuinya.
Karyawan yang membuang waktu secara online dan membocorkan informasi mungkin merupakan bagian dari tantangan umum dalam pemerintahan. Perbedaannya, kata analis tersebut, adalah pendekatan Taliban terhadap hal itu.
“Pengaruh smartphone dan akses internet terhadap produktivitas sampai batas tertentu adalah hal yang universal. Perbedaannya di sini adalah saya belum melihat negara lain yang membuat undang-undang untuk menentangnya," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :