Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:04 WIB
loading...
Israel Marah setelah...
Israel tak terima pembantaian militernya terhadap warga Gaza disamakan dengan peristiwa Holocaust oleh rezim Nazi Jerman era Adolf Hitler. Foto/Reddit/PressXpres
A A A
TEL AVIV - Rezim Zionis Israel marah setelah Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menyamakan pembantaian warga Gaza oleh militer Zionis dengan peristiwa Holocaust oleh rezim Nazi. Rezim Zionis menuduh Lukashenko anti-Semit.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Al Arabiya, Lukashenko mengutuk penghancuran Gaza oleh Israel dan mengatakan Tel Aviv harus lebih berhati-hati, mengingat tingkat kemarahan global atas kampanye militernya di wilayah Palestina.

Baca Juga: Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!

“Mereka telah menerima peringkat seperti itu di komunitas internasional sehingga hampir tidak mungkin menjadi lebih buruk setelah membom Gaza,” katanya.

“Banyak yang bahkan menengok ke belakang dalam sejarah: ‘Holocaust apa? Holocaust apa yang bisa dibicarakan Israel ketika mereka telah membunuh begitu banyak orang, terutama perempuan dan anak-anak?’," lanjut sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut.

Dia mengeklaim bahwa Gaza telah “dihapus dari muka Bumi” dan mengutuk apa yang dia gambarkan sebagai rencana untuk membangun “semacam resor” di atas tulang belulang rakyat Palestina.

Lukashenko tampaknya merujuk pada usulan untuk mengosongkan Gaza dari warga Palestina dan mengubah daerah kantong yang hancur itu menjadi proyek tepi laut mewah, sebuah ide yang pertama kali diutarakan oleh Presiden AS Donald Trump dan dipuji sebagai “revolusioner” oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kementerian Luar Negeri Israel mengecam pernyataan Lukashenko. “Itu tidak dapat diterima dan sangat mengganggu," katanya, yang dikutip Russia Today, Kamis (18/6/2026).

“Perbandingan apa pun antara Holocaust terhadap bangsa Yahudi dan perang Israel yang adil melawan terorisme harus ditolak tanpa syarat,” kata kementerian tersebut di X, menuduh Lukashenko menghidupkan kembali “konspirasi anti-Semit yang keji dan usang.”

Holocaust adalah genosida sistematis yang disponsori oleh Nazi Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler antara tahun 1933 dan 1945.

Minsk belum menanggapi komentar Israel, tetapi Lukashenko telah berulang kali membantah sebagai seorang anti-Semit di masa lalu, sambil terus menggambarkan perang Israel di Gaza sebagai kekejaman.

Ketegangan diplomatik ini terjadi ketika Israel menghadapi tuduhan internasional yang semakin meningkat tentang genosida atas kampanye militernya di Gaza. Perang dimulai setelah serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang diklaim Zionis menewaskan sekitar 1.200 orang.

Respons Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza, dengan perempuan dan anak-anak menyumbang sekitar setengah dari korban jiwa.

Sebagian besar Gaza telah hancur lebur, hampir semua orang yang tinggal di sana telah mengungsi, dan lembaga-lembaga bantuan telah berulang kali menuduh Israel menggunakan kelaparan, kekurangan air, dan krisis medis sebagai senjata melawan warga sipil. Israel membantah menargetkan penduduk setempat dan mengatakan kampanyenya ditujukan kepada Hamas.

Mahkamah Internasional juga telah mendengarkan kasus genosida terhadap Israel, sementara semakin banyak pemerintah, pakar PBB, dan kelompok hak asasi manusia menuduh Israel menjalankan kebijakan yang bertujuan untuk membuat kehidupan Palestina di Gaza menjadi mustahil.

Israel telah berulang kali menolak tuduhan tersebut sebagai anti-Semit atau sebagai serangan politik terhadap haknya untuk membela diri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Terbang ke Israel, Pesawat...
Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan
Rekomendasi
Pengumuman Hasil Seleksi...
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dirilis, Cek Akun SSCASN!
IPB University Akan...
IPB University Akan Buka Jalur RPL untuk Penerimaan Mahasiswa Baru S1 dan Pascasarjana
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved