Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Selasa, 16 Juni 2026 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
“Heather dan saya berdoa untuk semua orang yang terlibat dalam kecelakaan B-52 hari ini di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, terutama awak pesawat, keluarga mereka, dan petugas tanggap darurat di lokasi kejadian,” kata anggota Kongres setempat, Jay Obernolte. Heather adalah istri politisi tersebut.
Setelah ledakan awal, seorang pengguna media sosial menulis: “Apakah sesuatu baru saja terjadi di Pangkalan Angkatan Udara Edwards? Saat ini terlihat konvoi besar datang dari pangkalan, kamera sejajar dengan salah satu landasan pacu.”
Pesawat B-52 Stratofortress telah dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat sejak tahun 1955, dirancang dan dibangun oleh Boeing. Pesawat ini dibangun untuk membawa hingga 31.750 kilogram senjata dan dapat menempuh jarak sekitar 14.160 kilometer tanpa pengisian bahan bakar.
Sebuah B-52 Stratofortress yang dilengkapi dengan sistem radar yang baru di-upgrade tiba di Pangkalan Angkatan Udara Edwards dari fasilitas Boeing di San Antonio pada bulan Desember lalu, sebagai bagian dari upaya modernisasi pesawat pengebom tersebut.
Sistem radar baru yang dipasang di pesawat tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi yang lebih luas yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja B-52 agar pesawat tersebut tetap dapat digunakan selama beberapa dekade, sebagaimana dikutip dari The New York Post, Selasa (16/6/2026).
Setelah ledakan awal, seorang pengguna media sosial menulis: “Apakah sesuatu baru saja terjadi di Pangkalan Angkatan Udara Edwards? Saat ini terlihat konvoi besar datang dari pangkalan, kamera sejajar dengan salah satu landasan pacu.”
Pesawat B-52 Stratofortress telah dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat sejak tahun 1955, dirancang dan dibangun oleh Boeing. Pesawat ini dibangun untuk membawa hingga 31.750 kilogram senjata dan dapat menempuh jarak sekitar 14.160 kilometer tanpa pengisian bahan bakar.
Sebuah B-52 Stratofortress yang dilengkapi dengan sistem radar yang baru di-upgrade tiba di Pangkalan Angkatan Udara Edwards dari fasilitas Boeing di San Antonio pada bulan Desember lalu, sebagai bagian dari upaya modernisasi pesawat pengebom tersebut.
Sistem radar baru yang dipasang di pesawat tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi yang lebih luas yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja B-52 agar pesawat tersebut tetap dapat digunakan selama beberapa dekade, sebagaimana dikutip dari The New York Post, Selasa (16/6/2026).
(mas)
Lihat Juga :