Inggris Mengaku Menghadapi Titik Kritis Pandemi Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 19:05 WIB
loading...
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan pada Minggu, negaranya menghadapi titik kritis terkait pandemi Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan, negaranya menghadapi titik kritis terkait pandemi Covid-19 . Dia mengatakan, lebih banyak pembatasan dimungkinkan untuk mengatasi penyebaran virus.
"Kami menghadapi pilihan. Jika semua orang mengikuti aturan dan kami akan semakin ketat pada orang-orang yang tidak mengikuti aturan - maka kami dapat menghindari penguncian nasional lebih lanjut," kata Hancock saat melakukan wawancara dengan BBC.
"Saya tidak ingin melihat lebih banyak tindakan, tindakan yang lebih ketat, tetapi jika orang tidak mengikuti aturan, begitulah cara virus menyebar," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Senin (21/9/2020). ( Baca juga: Banyak Pasien Sembuh dari Corona, Jadi Sumber bagi Ilmu Kesehatan )
Dia mengatakan, London akan mengambil tindakan-tindakan tersebut jika memang diperlukan. "Kami akan mendukung orang yang melakukan hal yang benar dan kami akan menindak keras orang yang melakukan hal yang salah," ungkapnya.
Pemerintah Inggris telah mengumumkan denda hingga 10 ribu poundsterling atau sekitar Rp. 190 juta bagi mereka yang gagal melakukan isolasi diri, seperti yang diminta sebagai bagian dari upayanya untuk mendesak warga Inggris agar mengikuti aturan.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sebelumnya telah memperingatkan bahwa gelombang kedua Covid-19 di Inggris akan datang dan pemerintahnya mungkin perlu mengintensifkan sejumlah hal untuk membantu menurunkan tingkat infeksi. ( Baca juga: China Larang Impor Produk Seafood Asal Indonesia, Alasannya Terkena Corona )
"Kami menghadapi pilihan. Jika semua orang mengikuti aturan dan kami akan semakin ketat pada orang-orang yang tidak mengikuti aturan - maka kami dapat menghindari penguncian nasional lebih lanjut," kata Hancock saat melakukan wawancara dengan BBC.
"Saya tidak ingin melihat lebih banyak tindakan, tindakan yang lebih ketat, tetapi jika orang tidak mengikuti aturan, begitulah cara virus menyebar," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Senin (21/9/2020). ( Baca juga: Banyak Pasien Sembuh dari Corona, Jadi Sumber bagi Ilmu Kesehatan )
Dia mengatakan, London akan mengambil tindakan-tindakan tersebut jika memang diperlukan. "Kami akan mendukung orang yang melakukan hal yang benar dan kami akan menindak keras orang yang melakukan hal yang salah," ungkapnya.
Pemerintah Inggris telah mengumumkan denda hingga 10 ribu poundsterling atau sekitar Rp. 190 juta bagi mereka yang gagal melakukan isolasi diri, seperti yang diminta sebagai bagian dari upayanya untuk mendesak warga Inggris agar mengikuti aturan.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sebelumnya telah memperingatkan bahwa gelombang kedua Covid-19 di Inggris akan datang dan pemerintahnya mungkin perlu mengintensifkan sejumlah hal untuk membantu menurunkan tingkat infeksi. ( Baca juga: China Larang Impor Produk Seafood Asal Indonesia, Alasannya Terkena Corona )
(esn)
Lihat Juga :