AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:56 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, Iran menuduh AS menghancurkan dua waduk air di provinsi selatan Hormozgan, memutus pasokan air minum bagi lebih dari 20.000 penduduk.

Media AS; Axios, mengutip pejabat Amerika, melaporkan bahwa Washington berharap dapat menggunakan serangan tersebut untuk menekan Iran agar menandatangani kesepakatan damai dengan syarat Trump.

Menurut laporan tersebut, AS menargetkan pertahanan udara Iran, sistem radar, dan unit komando dan kendali drone.

CENTCOM mengatakan AS telah mulai melakukan “serangan pertahanan diri tambahan” terhadap beberapa target di Iran. “Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan,” kata CENTCOM.

Menurut kantor berita Iran; IRNA, ledakan terdengar di Provinsi Fars selatan Iran, dekat Selat Hormuz, serta di kota Isfahan di Iran tengah. Sistem pertahanan udara Iran telah diaktifkan.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan bahwa kampanye melawan Iran masih jauh dari selesai.

“Jika Iran menyerang Israel, mereka akan menerima pukulan berat seperti yang kami berikan beberapa hari lalu. IDF [militer Israel] siap menyerang Iran dengan kekuatan besar,” katanya, yang dikutip The Times of Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved