Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Selasa, 09 Juni 2026 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
Perdana menteri tersebut, yang dikenal karena retorika populisnya dan terkadang memecah belah, telah berupaya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Eropa, menunjukkan bahwa masa depan Armenia terletak pada integrasi yang lebih dalam dengan Barat dan menyatakan harapan bahwa negara itu suatu hari nanti dapat bergabung dengan Uni Eropa.
Para pemimpin Eropa dengan cepat mengucapkan selamat kepada Pashinyan. Dalam sebuah pesan di X, presiden komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memuji kemenangannya sebagai bukti "Armenia yang demokratis" yang "semakin dekat dengan Eropa". Dia menambahkan: "Armenia dapat mengandalkan kami."
Pashinyan juga menerima dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menggambarkannya sebagai "teman dan pemimpin yang hebat". AS telah mengambil peran yang semakin menonjol dalam upaya untuk menengahi perjanjian perdamaian antara Armenia dan Azerbaijan.
Pemungutan suara yang digelar hari Minggu tersebut adalah pemilu parlemen nasional pertama sejak Armenia kehilangan Nagorno-Karabakh dalam konflik dengan Azerbaijan pada tahun 2023. Itu menjadi kekalahan traumatis yang mengakhiri lebih dari tiga dekade kendali Armenia atas wilayah sengketa tersebut.
Rusia menyuarakan kekecewaan setelah partainya PM Pashinyan yang pro-Barat menang pemilu Armenia. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Pashinyan tidak boleh salah mengartikan kemenangan itu sebagai izin untuk secara sepihak mengubah arah strategis negaranya.
Rusia adalah mitra dagang terpenting bagi Armenia dan menampung komunitas diaspora Armenia terbesar.
"Pemilu tersebut dilakukan dengan latar belakang tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap oposisi dan campur tangan Barat, terutama oleh Uni Eropa," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Para pemimpin Eropa dengan cepat mengucapkan selamat kepada Pashinyan. Dalam sebuah pesan di X, presiden komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memuji kemenangannya sebagai bukti "Armenia yang demokratis" yang "semakin dekat dengan Eropa". Dia menambahkan: "Armenia dapat mengandalkan kami."
Pashinyan juga menerima dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menggambarkannya sebagai "teman dan pemimpin yang hebat". AS telah mengambil peran yang semakin menonjol dalam upaya untuk menengahi perjanjian perdamaian antara Armenia dan Azerbaijan.
Pemungutan suara yang digelar hari Minggu tersebut adalah pemilu parlemen nasional pertama sejak Armenia kehilangan Nagorno-Karabakh dalam konflik dengan Azerbaijan pada tahun 2023. Itu menjadi kekalahan traumatis yang mengakhiri lebih dari tiga dekade kendali Armenia atas wilayah sengketa tersebut.
Reaksi Kecewa Rusia
Rusia menyuarakan kekecewaan setelah partainya PM Pashinyan yang pro-Barat menang pemilu Armenia. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Pashinyan tidak boleh salah mengartikan kemenangan itu sebagai izin untuk secara sepihak mengubah arah strategis negaranya.
Rusia adalah mitra dagang terpenting bagi Armenia dan menampung komunitas diaspora Armenia terbesar.
"Pemilu tersebut dilakukan dengan latar belakang tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap oposisi dan campur tangan Barat, terutama oleh Uni Eropa," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Lihat Juga :