AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia

Jum'at, 05 Juni 2026 - 07:06 WIB
loading...
A A A
Keputusan tersebut, yang mengurangi jumlah tentara hingga seperti sebelum perang Ukraina, diambil setelah Merz mengatakan Presiden Donald Trump telah “mempermalukan” dirinya sendiri dengan perang melawan Iran.

Pentagon belum merilis rencana untuk pengurangan pasukan tersebut, kata dua pejabat pertahanan Amerika, dan apakah mereka mungkin akan ditempatkan di tempat lain di Eropa.

Amerika Serikat mungkin khawatir tentang Moskow, tetapi Jerman dan seluruh Eropa harus menghadapi perang habis-habisan antara Rusia dan Ukraina di depan pintu mereka.

Pasukan Rusia telah lama mengerahkan rudal Iskander yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke eksklave Kaliningrad antara Polandia dan Lithuania. Mereka juga telah menempatkan rudal jarak menengah Oreshnik di Belarusia, yang dapat mencapai seluruh Eropa dalam hitungan menit. Para pejabat Eropa Timur dan Tengah mengamati langkah-langkah tersebut dengan waspada, karena mereka masih berupaya untuk mengerahkan sistem serupa milik mereka sendiri.

“Kami mengajukan permintaan resmi kepada Amerika satu setengah tahun yang lalu untuk mengimpor—yaitu, untuk membeli—rudal Tomahawk,” kata Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius kepada televisi Jerman bulan lalu.

“Kami masih menunggu tanggapan. Tetapi jujur saja, mengingat keadaan dunia saat ini, saya tidak terlalu berharap dalam hal itu," paparnya.

Pistorius menyatakan minatnya untuk membeli sistem rudal darat Typhon Amerika, yang meluncurkan Tomahawk, dalam kunjungan ke Washington Juli lalu bersama Hegseth, menurut Kementerian Pertahanan Jerman. Namun dia belum menerima kabar terbaru.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Rayakan Hari Yahudi,...
Rayakan Hari Yahudi, Ribuan Pemukim Ilegal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved