AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia

Jum'at, 05 Juni 2026 - 07:06 WIB
loading...
A A A
Menteri Perang Amerika Pete Hegseth mengatakan kepada Kongres bulan lalu bahwa akan membutuhkan "berbulan-bulan dan bertahun-tahun" untuk mengganti amunisi yang telah digunakan dalam konflik militer melawan Iran.

Isyarat pembatalan pengiriman Tomahawk AS sangat mengkhawatirkan bagi para pejabat Jerman, yang sedang bergegas memodernisasi kekuatan militer mereka yang melemah untuk berfungsi sebagai benteng melawan agresi Rusia.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bulan lalu bahwa dia tidak mengharapkan AS akan menempatkan rudal Tomahawk di Jerman karena ketersediaan rudal jelajah yang terbatas, yang dapat menempuh jarak lebih dari 1.000 mil.

"Amerika tidak memiliki cukup untuk diri mereka sendiri saat ini," katanya kepada televisi Jerman.

AS mengumumkan perubahan lebih lanjut pada perannya di NATO minggu ini pada konferensi triwulanan para pemimpin militer. Ini termasuk pengurangan jet tempur, drone, dan unit Angkatan Laut, menurut laporan WELT, bagian dari Alex Springer Global Reporters Network, yang mencakup Politico.

“Intinya adalah untuk memberi sekutu informasi dan kejelasan yang mereka butuhkan untuk bergerak maju secepat dan seefektif mungkin,” kata seorang pejabat Departemen Pertahanan Amerika, yang seperti yang lainnya, berbicara secara anonim untuk membahas percakapan internal. "Ini tentang sekutu mengambil tanggung jawab utama untuk pertahanan konvensional Eropa," imbuh dia.

Pentagon tidak menanggapi permintaan komentar.

Berlin merasakan dampak pengurangan pasukan Amerika ini dengan sangat keras. Pentagon pada musim semi ini membatalkan penempatan 5.000 tentara AS ke Jerman, sebuah langkah yang mengejutkan para pejabat Eropa dan pendukung pertahanan dari Partai Republik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Ngeri! Macan Tutul Masuk...
Ngeri! Macan Tutul Masuk Toko Miras, Serang Pegawai lalu Acak-Acak Minuman
Rekomendasi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Berita Terkini
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved