5 Keunggulan Robot Humanoid MK-1 yang Dijuluki Prajurit Super AS

Selasa, 02 Juni 2026 - 17:01 WIB
loading...
A A A
Foundation akhirnya mendapatkan pengakuan global lebih lanjut awal tahun ini ketika mengirimkan dua unit Phantom MK-1 ke Ukraina untuk demonstrasi percontohan, menandai apa yang digambarkan perusahaan sebagai penyebaran robot humanoid pertama yang diketahui di medan pertempuran.

Uji coba yang sedang berlangsung, didukung oleh pemerintah AS dan dilakukan dengan pejabat Ukraina, berfokus pada logistik di daerah berbahaya.

Ukraina adalah debut yang wajar, karena konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia telah muncul sebagai tempat uji coba utama untuk robotika dan AI dalam pertempuran. Perang, yang sekarang memasuki tahun kelima, telah menyaksikan penggunaan robot darat untuk mengirimkan pasokan ke garis depan, dan drone otonom dan yang didukung AI untuk serangan presisi dan pengintaian.

4. Robot Jadi Prajurit Super

Menurut Pathak, pengujian MK-1 di Ukraina telah membuktikan potensi robot untuk melakukan pengambilan pasokan, yang seringkali membahayakan tentara.

Namun, meskipun MK-1 membantu menunjukkan kegunaan teknologi inti, mereka jauh dari prajurit super, hanya membawa muatan sekitar 44 pon, dan kurang kedap air serta daya tahan baterai yang cukup untuk digunakan dalam skala besar.

Yayasan ini bertujuan untuk mengirim robot baru dan yang lebih baik ke Ukraina tahun ini dalam bentuk Phantom 2, yang menurut Pathak akan dilengkapi dengan "kemampuan super manusia" dan kapasitas muatan dua kali lipat dari Phantom 1.

Kementerian Pertahanan Ukraina menolak berkomentar tentang masalah ini, sementara Departemen Pertahanan AS tidak menanggapi pertanyaan.

5. Mendukung Perang Otonom

Para pendukung teknologi humanoid di bidang militer dan industri berpendapat bahwa robot mirip manusia umumnya lebih cocok daripada bentuk robotika lainnya untuk menavigasi lokasi konstruksi dunia nyata, pusat logistik, dan zona perang.

Kateryna Bondar, seorang peneliti senior di Wadhwani Pusat AI di CSIS, mengatakan kepada CNBC bahwa robot humanoid secara teoritis dapat memberikan keuntungan tertentu di medan perang karena otonomi dan ketangkasan seperti manusia.

“Ruang pertempuran perkotaan modern—di mana terdapat tangga, anak tangga, ruang bawah tanah, dan koridor sempit—diciptakan untuk pergerakan manusia, yang dapat memberikan sistem humanoid keunggulan dibandingkan robot beroda rantai atau berkaki empat dalam skenario tertentu,” kata Bondar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved