5 Keunggulan Robot Humanoid MK-1 yang Dijuluki Prajurit Super AS

Selasa, 02 Juni 2026 - 17:01 WIB
loading...
A A A
Namun, masih ada pertanyaan tentang kompleksitas dan biaya pembuatan robot humanoid dibandingkan dengan sistem lain.

Seiring robot humanoid bergerak menuju medan perang, teknologi ini telah menimbulkan kekhawatiran etis, khususnya seputar penggunaan pengambilan keputusan otonom dalam pertempuran ketika nyawa manusia dipertaruhkan.

Meskipun sebagian besar penggunaan robot Phantom sebagai senjata akan mempertahankan beberapa konfirmasi manusia dalam siklus pengambilan keputusan, Pathak mengatakan robot Foundation perlu membuat keputusan yang sepenuhnya otonom dalam skenario kritis waktu tertentu.

Hambatan bagi perusahaan seperti Foundation mungkin adalah membuktikan bahwa robot mirip manusia mereka lebih praktis dan hemat biaya untuk aplikasi militer daripada alternatif lain di pasaran — sesuatu yang diragukan oleh banyak ahli.

“Membuat robot terlihat seperti manusia adalah tantangan teknik yang kompleks dan mahal, dan apa yang telah diajarkan Ukraina kepada kita adalah kebalikannya — bahwa kita membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan memproduksi dengan cepat dan murah,” kata Melanie Sisson, seorang peneliti senior di program Kebijakan Luar Negeri Brookings.

Yang tampaknya disepakati para ahli adalah bahwa, terlepas dari bentuk atau ukurannya, era robot AI dalam perang sudah dekat.

“Saya memperkirakan robot beroda rantai, terbang, dan bawah air akan menggantikan pasukan manusia,” kata Toby Walsh, kepala ilmuwan di Institut AI Universitas New South Wales.

Namun, mungkin itu adalah “klise fiksi ilmiah untuk mengharapkan robot humanoid bergaya Terminator,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved