Pejuang Palestina Puji Iran Kaitkan Perundingan dengan Gaza dan Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 - 15:27 WIB
loading...
Pejuang Palestina Puji...
Pejuang Gaza mendukung langkah Iran menghentikan negosiasi gencatan senjata dengan AS. Foto/palestine chronicle
A A A
TEHERAN - Kelompok perlawanan Palestina menyambut baik keputusan Iran membekukan negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS). Langkah ini setelah Teheran dilaporkan mengaitkan dimulainya kembali perundingan dengan diakhirinya perang dan agresi Israel di semua lini, termasuk Gaza dan Lebanon.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin, faksi-faksi tersebut menggambarkan sikap Iran sebagai "sikap berprinsip". Mereka mengatakan hal itu mencerminkan dukungan Teheran yang telah lama diberikan kepada rakyat Palestina, perlawanan mereka, dan kawasan yang lebih luas dalam menghadapi agresi yang didukung Israel dan AS.

Pernyataan itu muncul ketika kantor berita Tasnim Iran melaporkan tim negosiasi Iran akan menghentikan "perundingan dan pertukaran teks melalui mediator," dengan alasan serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon dan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.

Gencatan Senjata di Semua Lini


Menurut Tasnim, para pejabat dan negosiator Iran telah menekankan penghentian segera operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, serta penarikan penuh Israel dari wilayah pendudukan di Lebanon.

Laporan tersebut menyatakan mengakhiri agresi terhadap Lebanon merupakan salah satu prasyarat gencatan senjata, dan menambahkan tindakan Israel telah melanggar gencatan senjata “di semua lini, termasuk Lebanon.”

Tasnim selanjutnya melaporkan tidak akan ada pembicaraan sampai tuntutan Iran dan Perlawanan dipenuhi.

Kantor berita tersebut juga mengatakan Front Perlawanan dan Iran telah memasukkan dalam agenda mereka penutupan total Selat Hormuz dan pengaktifan front-front lain, termasuk Bab al-Mandeb, sebagai bagian dari langkah-langkah yang bertujuan menghukum Israel dan para pendukungnya.

Peringatan Garda Revolusi


Sebelumnya pada hari Senin, badan intelijen Garda Revolusi Iran dilaporkan menyatakan Teheran menganggap “pelanggaran garis merah di Lebanon dan Gaza” sama dengan konfrontasi langsung dengan Iran.

Menurut laporan tersebut, intelijen Garda Revolusi mengatakan tindakan tersebut menimbulkan kerugian bagi keamanan nasional Iran dan bagi Poros Perlawanan.

Ditambahkan, Iran bertekad mengambil tindakan pencegahan, termasuk kemungkinan pembukaan front baru sebagai bagian dari operasi pertahanannya, sambil mempertahankan apa yang digambarkan sebagai keseimbangan Selat Hormuz.

Faksi-faksi Palestina Menyerukan Mobilisasi


Faksi-faksi perlawanan Palestina mengatakan posisi Iran merupakan kelanjutan dari "posisi otentik" mereka terhadap rakyat Palestina dan rakyat di kawasan tersebut.

Mereka juga menyerukan kepada apa yang mereka sebut sebagai "rakyat bebas bangsa" untuk melakukan mobilisasi guna mendukung rakyat Palestina dan Lebanon dalam menghadapi genosida yang sedang berlangsung dan agresi Israel-AS.

Faksi-faksi tersebut mengatakan agresi tersebut menargetkan "manusia dan batu sama rata," dan menggambarkannya sebagai bagian dari rencana ekspansionis Israel yang lebih luas.

Baca juga: Iran Tangguhkan Negosiasi dengan AS, Ini 4 Alasannya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Berita Terkini
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved