Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?

Senin, 01 Juni 2026 - 13:17 WIB
loading...
A A A

Variabel Arab Saudi


Meskipun Pakistan bersikeras bahwa keputusan kebijakan luar negerinya bersifat kedaulatan, para analis secara luas sepakat bahwa setiap perubahan di masa depan terkait Israel akan terkait erat dengan posisi Arab Saudi.

Sebagai penjaga situs-situs suci Islam dan salah satu mitra strategis terpenting Pakistan, tindakan Riyadh memiliki bobot politik dan agama yang signifikan di Islamabad.

Hubungan tersebut meluas jauh melampaui diplomasi. Arab Saudi telah lama memberikan dukungan finansial, investasi, peluang kerja bagi jutaan pekerja Pakistan, dan kerja sama pertahanan yang luas kepada Pakistan.

Kedua negara semakin memperkuat hubungan mereka dengan perjanjian keamanan yang ditandatangani pada bulan September, yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap kedua negara. Meskipun implikasi praktis dari komitmen tersebut masih terbuka untuk interpretasi, pakta tersebut menyoroti kedalaman kemitraan strategis mereka.

Dengan latar belakang ini, banyak pengamat percaya bahwa pendekatan Arab Saudi terhadap Israel akan sangat memengaruhi setiap perdebatan di Pakistan mengenai kemungkinan normalisasi.

Michael Kugelman, peneliti senior untuk Asia Selatan di The Atlantic Council, baru-baru ini menyatakan bahwa Pakistan "akan merasa tertekan untuk mempertimbangkan kembali" posisinya jika Riyadh bergabung dengan Kesepakatan Abraham.

"Tetapi mengingat sentimen publik saat ini, pemerintah Pakistan yang bergabung akan berisiko melakukan bunuh diri politik," tulis dia X.

Meskipun demikian, Arab Saudi terus bersikeras bahwa normalisasi harus dikaitkan dengan jalur yang kredibel menuju solusi dua negara, sebuah posisi yang sebagian besar mencerminkan sikap Pakistan sendiri.

Faktor Gaza


Jika normalisasi secara politik sulit sebelum Oktober 2023, perang di Gaza telah membuatnya jauh lebih sulit.

Sebelum konflik, AS secara aktif mendekati Arab Saudi untuk bergabung dengan Kesepakatan Abraham, dengan banyak analis melihat terobosan Saudi-Israel semakin mungkin terjadi. Langkah seperti itu akan memberikan tekanan signifikan pada Pakistan untuk menilai kembali posisinya sendiri terhadap Israel, mengingat pengaruh politik dan agama Riyadh di dunia Muslim.

Namun, prospek itu berubah secara dramatis oleh serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 dan kampanye militer Israel selanjutnya di Gaza. Perang tersebut secara efektif membekukan pembicaraan normalisasi Saudi-Israel.

Ketika korban sipil meningkat dan gambar-gambar kehancuran yang meluas di Gaza mendominasi liputan media regional, dukungan untuk keterlibatan dengan Israel menurun tajam di sebagian besar dunia Muslim.

Di Pakistan, konflik tersebut semakin memperkeras sikap publik. Menurut survei Gallup Pakistan tahun 2023, 91 persen warga Pakistan menyatakan simpati mereka terhadap Palestina di Gaza, sementara hanya dua persen yang menyatakan simpati terhadap Israel.

Kelompok-kelompok keagamaan, partai-partai politik arus utama, dan organisasi masyarakat sipil menggambarkan perang tersebut sebagai bukti bahwa normalisasi tanpa negara Palestina yang layak akan tidak dapat diterima secara moral dan politik.

Untuk saat ini, Pakistan tampaknya tidak akan mengubah posisinya.

Seruan terbaru Trump untuk perluasan kerangka kerja Abraham Accords bukanlah kali pertama Islamabad menghadapi pertanyaan tentang pengakuan Israel.

Terlepas dari dinamika regional yang berubah dan spekulasi berkala tentang perubahan kebijakan, garis merah Pakistan yang telah berusia tujuh dekade tetap teguh.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Usia Tembus Seabad,...
Usia Tembus Seabad, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun Ke-101
Rekomendasi
Yamaha Aerox E Murni...
Yamaha Aerox E Murni Bertenaga Listrik Resmi Diluncurkan
Alexis Mac Allister...
Alexis Mac Allister Cetak Gol, Argentina Unggul atas Swiss 1-0
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
Berita Terkini
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved