Intelijen Militer AS Klaim Kerugian Rusia Capai 3 Kali Lipat dalam 1 Tahun

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:10 WIB
loading...
Intelijen Militer AS...
Intelijen militer AS klaim kerugian Rusia capai tiga kali lipat dalam satu tahun. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Bukti kinerja buruk Rusia dalam perangnya di Ukraina, baik secara militer maupun ekonomi, telah meningkat selama seminggu terakhir. Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) telah mengkonfirmasi penilaian sebelumnya bahwa Rusia telah kehilangan wilayah yang sebelumnya didudukinya di Ukraina.

Mengapa Intelijen Militer AS Klaim Kerugian Rusia Capai 3 Kali Lipat dalam 1 Tahun?

1. Ukraina Berhasil Rebut sebagian Wilayah yang Dicaplok Rusia

“Ukraina merebut kembali sekitar 400 kilometer persegi di dalam dan sekitar Dnipropetrovsk – lebih banyak wilayah daripada kapan pun sejak akhir tahun 2022 – selama kuartal tersebut,” sebuah laporan kepada Kongres mengungkapkan pada 18 Mei.

Rusia masih memperoleh keuntungan teritorial bersih pada tahun 2026, tetapi kemajuannya melambat, menurut Institute for the Study of War (ISW), sebuah lembaga think tank yang berbasis di Washington.

ISW menemukan bahwa Rusia maju bersih sebesar 104 km persegi (40 mil persegi) antara 1 Januari dan 26 Mei 2026, dibandingkan dengan perebutannya seluas 1.619 km persegi (625 mil persegi) selama periode yang sama tahun lalu.

Dikatakan bahwa pasukan Rusia telah menyusup dan memperebutkan wilayah seluas 628 km persegi (242,5 mil persegi), tetapi tidak berhasil menguasainya.


2. Jumlah Korban Tewas di Rusia Capai 86.000 Prajurit

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan korban jiwa di pihak Rusia telah meningkat menjadi 145.000 tahun ini, di mana 86.000 tewas dan 59.000 tentara terluka parah.

Ukraina mengatakan memiliki video drone dari setiap korban tewas yang dikonfirmasi.

Al Jazeera tidak dapat memverifikasi klaim korban jiwa dari kedua belah pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved