Drone Hizbullah Jadi Tantangan Medan Perang Paling Mematikan bagi Israel

Jum'at, 29 Mei 2026 - 20:53 WIB
loading...
Drone Hizbullah Jadi...
Serangan drone perlawanan sesaat sebelum menghantam kendaraan militer Israel di Lebanon Selatan. Foto/Media Militer Hizbullah
A A A
TEL AVIV - Penggunaan drone peledak yang semakin meluas oleh Hizbullah telah menjadi tantangan militer paling mendesak bagi Israel di front Lebanon. Drone itu melampaui ancaman yang lebih tradisional seperti rudal anti-tank, menurut laporan yang diterbitkan Wall Street Journal pada hari Jumat (29/5/2026).

Para pejabat Israel yang dikutip surat kabar tersebut mengatakan drone Hizbullah kini bertanggung jawab atas sebagian besar korban jiwa di medan perang Israel sejak gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada bulan April.

Tujuh dari 11 tentara Israel yang tewas selama periode tersebut dilaporkan tewas dalam serangan drone.

Laporan tersebut menggambarkan evolusi cepat dalam operasi drone Hizbullah, dengan para pejuang semakin banyak menggunakan drone pandangan orang pertama (FPV), kemampuan penglihatan malam, dan sistem panduan canggih untuk menyerang pasukan dan peralatan Israel.

Taktik Medan Perang Ukraina


Menurut Wall Street Journal, rekaman Hizbullah yang baru-baru ini dirilis menunjukkan drone FPV menargetkan bagian-bagian rentan kendaraan militer Israel, khususnya tangki bahan bakar, dengan taktik yang mirip dengan yang banyak digunakan selama perang di Ukraina.

Analis militer yang diwawancarai surat kabar tersebut mengatakan serangan tersebut tampaknya dirancang untuk memaksimalkan ledakan dan kerusakan sekunder.

Laporan tersebut juga mencatat bukti bahwa Hizbullah menggunakan teknologi penglihatan malam dan melakukan operasi setelah gelap, memperluas fleksibilitas operasional kelompok tersebut di luar jam siang hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Latihan Rahasia Korea...
Latihan Rahasia Korea Selatan Disusupi Drone Jelang Hadapi Meksiko
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved