Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB
loading...
A A A
Demonstrasi telah menjadi radikal sejak serikat pekerja mulai memprotes pada awal Mei untuk kenaikan gaji, pasokan bahan bakar yang stabil, dan pengelolaan ekonomi yang lebih baik.

Berbicara di kota Sucre di tenggara negara tersebut, Presiden Paz mengatakan, "Saya telah memutuskan sebagai bagian dari upaya dan komitmen kepada negara, untuk memotong gaji sebesar 50 persen."

Gaji bulanannya saat ini ditetapkan sekitar 24.000 bolivianos (USD3.500), salah satu yang terendah di antara pemimpin Amerika Latin mana pun tetapi sekitar delapan kali lipat dari rata-rata warga Bolivia, menurut statistik tahun 2024 dari Organisasi Buruh Internasional.

Terlepas dari keputusan Paz memangkas gaji tersebut, pada hari Senin polisi kembali bentrok dengan para pengunjuk rasa setelah ribuan penambang, petani, pekerja pabrik, dan kelompok lain berbaris melalui kota untuk ketiga kalinya dalam seminggu.

"Apa yang kita inginkan? Agar dia mengundurkan diri! Kapan? Sekarang!" teriak para demonstran saat mereka berbaris menuruni gunung menuju pusat La Paz dari kota tetangga El Alto yang mayoritas penduduknya adalah masyarakat adat, seperti dikutip AFP, Selasa (26/5/2026).

Kerusuhan dimulai ketika para demonstran mencoba menerobos barisan polisi di dekat gedung parlemen. Polisi merespons dengan gas air mata.

Upaya Paz sebelumnya untuk menjangkau masyarakat—termasuk pemecatannya terhadap menteri tenaga kerja yang tidak populer dan janji untuk memberikan serikat pekerja dan kelompok masyarakat adat lebih banyak suara dalam pembuatan kebijakan—gagal meredakan protes.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Siapa Laura Fernandez?...
Siapa Laura Fernandez? Presiden Baru Kosta Rika yang Ingin Jadi Perisai AS di Amerika Latin
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
Presiden Iran Perintahkan...
Presiden Iran Perintahkan Timnya Buka Pembicaraan Baru dengan AS
Iran Anggap Demonstran...
Iran Anggap Demonstran Musuh Tuhan yang Akan Dihukum Mati
2 Pekan Kerusuhan Massal,...
2 Pekan Kerusuhan Massal, Rumah Sakit di Iran Dipenuhi Demonstran yang Terluka dan Tewas
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Ini Syarat Planet Mars...
Ini Syarat Planet Mars Bisa Ditempati oleh Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved