Perdamaian atau Perang? Ini 5 Isu yang Menghantui Negosiasi AS dan Iran

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:51 WIB
loading...
Perdamaian atau Perang?...
Ini lima isu yang menghantui negosiasi AS dan Iran. Foto/X/CENTCOM
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat dan Iran tampaknya lebih dekat daripada beberapa bulan terakhir untuk mencapai kesepakatan yang dapat menghentikan perang di Timur Tengah dan meredakan ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Namun terlepas dari pernyataan optimis dari Presiden Donald Trump dan sinyal dari Teheran, pertanyaan-pertanyaan besar tetap belum terselesaikan — dan kedua belah pihak menggambarkan kesepakatan yang diusulkan dengan cara yang sangat berbeda.

Menurut laporan terperinci oleh The New York Times, pejabat Amerika dan Iran memberikan keterangan yang bertentangan tentang apa yang sebenarnya telah disepakati, khususnya tentang program nuklir Iran, masa depan Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi.

Inti dari negosiasi tersebut adalah lima isu sensitif yang dapat menentukan apakah pembicaraan tersebut mengarah pada terobosan yang langgeng — atau runtuh menjadi siklus konfrontasi lainnya.

Perdamaian atau Perang? Ini 5 Isu yang Menghantui Negosiasi AS dan Iran

1. Program Nuklir Iran

Melansir Gulf News, titik permasalahan terbesar tetaplah program nuklir Iran dan, khususnya, apa yang terjadi pada persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

Trump telah berulang kali menegaskan bahwa Iran harus menyerahkan uranium yang diperkaya mendekati tingkat senjata nuklir. Menurut Badan Energi Atom Internasional, Iran saat ini memiliki sekitar 970 pon uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen, bersama dengan hampir 11 ton yang diperkaya pada tingkat yang lebih rendah.

Seorang pejabat AS yang dikutip oleh NYT mengatakan Washington dan Teheran telah mencapai kesepahaman awal di mana Iran pada akhirnya akan membuang persediaan uranium yang sangat diperkaya, meskipun mekanisme untuk melakukannya masih dalam negosiasi.



Namun, para pejabat Iran dengan tegas membantah klaim tersebut. Tiga pejabat senior Iran mengatakan kepada surat kabar tersebut secara anonim bahwa belum ada kesepakatan akhir yang dicapai mengenai pembuangan uranium dan bahwa semua masalah nuklir akan dinegosiasikan selama 30 hingga 60 hari ke depan.

Isu pengayaan uranium di masa depan juga masih belum terselesaikan. Pejabat AS mengatakan draf kesepakatan saat ini tidak mengharuskan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium, dengan isu tersebut ditunda hingga negosiasi selanjutnya. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengakui bahwa kesepakatan yang lebih luas dapat memakan waktu berbulan-bulan, menunjukkan bahwa Washington mungkin untuk sementara menerima kesepakatan sementara daripada menuntut pembongkaran segera.

Ketidakjelasan tersebut telah memicu keraguan tentang seberapa tahan lama kesepakatan apa pun nantinya.

2. Pengendalian Selat Hormuz

Garis patahan utama lainnya adalah Selat Hormuz, jalur air strategis yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved