AS Kerahkan Kapal Induk USS Nimitz ke Karibia, Diduga Akan Menginvasi Kuba
Kamis, 21 Mei 2026 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Rabu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya "memikirkan Kuba" setelah Departemen Kehakiman AS secara resmi mendakwa mantan Presiden Kuba Raul Castro dengan pembunuhan dan pelanggaran lainnya yang terkait dengan jatuhnya dua pesawat sipil di perairan internasional pada tahun 1996 yang menewaskan empat orang.
"Ini sangat penting," kata Trump. "Ini adalah momen yang sangat besar bagi orang-orang, tidak hanya warga Kuba-Amerika, tetapi juga orang-orang yang berasal dari Kuba, yang ingin kembali ke Kuba, mengunjungi keluarga mereka di Kuba," paparnya.
Dakwaan tersebut diumumkan pada Hari Kemerdekaan Kuba.
Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang merupakan warga Kuba-Amerika, mengeluarkan pesan dalam bahasa Spanyol kepada rakyat Kuba, mendukung blokade bahan bakar AS di pulau itu sambil menyalahkan pemadaman listrik yang berulang pada pemerintah komunis Kuba.
Direktur CIA John Ratcliffe telah bertemu dengan para pejabat Kuba di pulau itu minggu lalu dan memperingatkan bahwa jendela untuk pembicaraan tidak akan tetap terbuka tanpa batas waktu.
"Ini sangat penting," kata Trump. "Ini adalah momen yang sangat besar bagi orang-orang, tidak hanya warga Kuba-Amerika, tetapi juga orang-orang yang berasal dari Kuba, yang ingin kembali ke Kuba, mengunjungi keluarga mereka di Kuba," paparnya.
Dakwaan tersebut diumumkan pada Hari Kemerdekaan Kuba.
Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang merupakan warga Kuba-Amerika, mengeluarkan pesan dalam bahasa Spanyol kepada rakyat Kuba, mendukung blokade bahan bakar AS di pulau itu sambil menyalahkan pemadaman listrik yang berulang pada pemerintah komunis Kuba.
Direktur CIA John Ratcliffe telah bertemu dengan para pejabat Kuba di pulau itu minggu lalu dan memperingatkan bahwa jendela untuk pembicaraan tidak akan tetap terbuka tanpa batas waktu.
(mas)
Lihat Juga :