Keamanan Jadi Prioritas, Thailand Pangkas Masa Tinggal Bebas Visa bagi Turis

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:34 WIB
loading...
Keamanan Jadi Prioritas,...
Keamanan jadi prioritas, Thailand pangkas massa tinggal bebas visa bagi turis. Foto/X/@ajplus
A A A
BANGKOK - Pemerintah Thailand telah menyetujui pengurangan drastis pada skema bebas visa untuk turis dari lebih dari 90 negara.

Keputusan yang dikeluarkan itu menggeser kebijakan negara tersebut dari pengecualian visa 60 hari yang diperkenalkan pada Juli 2024 untuk mendorong pemulihan pasca-pandemi. Pengecualian tersebut berlaku untuk wilayah yang mencakup Amerika Serikat, Israel, sebagian Amerika Selatan, dan zona Schengen Eropa yang terdiri dari 29 negara.

Di bawah kerangka kerja baru, pemerintah akan kembali ke sistem bertingkat, membatasi masa tinggal bebas visa hingga 30 hari sementara mempersingkat izin untuk warga negara dari beberapa negara menjadi hanya 15 hari.

“Skema saat ini telah memungkinkan beberapa orang untuk mengeksploitasinya,” kata juru bicara pemerintah Rachada Dhanadirek kepada wartawan di Bangkok, mencatat bahwa meskipun pariwisata tetap menjadi pilar penting ekonomi Thailand, masalah keamanan telah menjadi prioritas.

Melansir Al Jazeera, para pejabat Thailand mengakui bahwa jangka waktu 60 hari yang murah hati secara tidak sengaja telah membuka celah, membuka jalan bagi lonjakan usaha pasar gelap ilegal, pekerja asing tanpa izin, dan operasi penipuan daring. Para pembuat kebijakan kini memandang batas waktu 30 hari sebagai jangka waktu yang memadai untuk mengakomodasi pelancong kelas atas yang benar-benar penting.

Perubahan kebijakan ini menyusul serangkaian penangkapan tingkat tinggi yang melibatkan warga negara asing yang terlibat dalam perdagangan narkoba, penyelundupan manusia, dan menjalankan bisnis lokal ilegal, seperti hotel dan sekolah bahasa.

Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow mengatakan langkah ini tidak menargetkan kewarganegaraan tertentu, melainkan individu yang menyalahgunakan sistem visa untuk menghindari penegakan hukum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS untuk Berdamai
Rekomendasi
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
Pakistan Kembangkan...
Pakistan Kembangkan Rudal Canggih Jadi Ancaman bagi AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved