Ribuan Orang Penuhi Jalanan Bangkok, Tuntut Reformasi Monarki Thailand

Minggu, 20 September 2020 - 19:50 WIB
loading...
Ribuan Orang Penuhi...
Pengunjuk rasa menyerahkan surat kepada polisi yang merinci tuntutan mereka dan hal ini dianggap sebuah kemenangan oleh mereka. Foto/REUTERS
A A A
BANGKOK - Ribuan pengunjuk rasa memenuhi jalanan kota Bangkok, Thailand dan secara terbuka menantang monarki Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn. Para pengunjuk rasa menuntut adanya reformasi di kerajaan Thailand, untuk mengekang wewenang dan kekuasaan raja.

Dalam aksi unjuk rasa yang rutin berlangsung selama hampir dua bulan terakhir, para demonstran semakin berani menentang istana Thailand dan pemerintah yang didominasi militer, melanggar tabu lama tentang mengkritik monarki, yang ilegal di bawah undang-undang lese majeste.

Para pengunjuk rasa mengatakan, konstitusi memberi raja terlalu banyak kekuasaan dan itu direkayasa untuk memungkinkan Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha mempertahankan kekuasaan setelah pemilihan tahun lalu.

Pemimpin unjuk rasa, arit "Penguin" Chiwarak menyerahkan surat kepada polisi yang merinci tuntutan mereka dan hal ini dianggap sebuah kemenangan oleh mereka. "Kemenangan terbesar kami dalam dua hari ini menunjukkan bahwa orang biasa seperti kami dapat mengirim surat kepada bangsawan," kata Chiwarak, seperti dilansir Reuters pada Minggu (20/9/2020).

Phakphong Phongphetra, kepala Biro Polisi Metropolitan, mengatakan bahwa surat itu akan diserahkan ke markas besar polisi untuk kemudian diputuskan bagaimana kelanjutannya. ( Baca juga: Asyiknya Thailand, Covid Reda, Warga Dibayari Pemerintah untuk Liburan )

Terkait aksi demonstrasi, juru bicara pemerintah Thailand, Anucha Burapachaisri mengatakan, polisi tidak akan menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan terserah pada polisi untuk menentukan dan menuntut setiap pidato ilegal.

Aksi demonstrasi ini sendiri mendapat kecaman dari sejumlah politisi, salah satunya Warong Dechgitvigrom. Polisi terkemuka sayap kanan Thailand itu mengatakan tindakan para pengunjuk rasa tidak pantas dan raja berada di atas politik.

"Itu tidak mencapai apa-apa. Tindakan ini secara simbolis melawan raja, tapi raja bukanlah lawan," ungkapnya. ( Baca juga: Asyik Main Smartphone di Toilet, Penis Remaja Ini Digigit Ular )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved