Trump Sebut Gencatan Senjata dalam Kondisi Kritis, Iran Juga Siap Beri AS Pelajaran

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:51 WIB
loading...
Trump Sebut Gencatan...
Presiden Donald Trump sebut gencatan senjata AS dan Iran dalam kondisi kritis. Iran pun tak gentar, siap memberi AS pelajaran. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah dan memperingatkan bahwa gencatan senjata antara Amerika dan Iran dalam perang Timur Tengah berada dalam kondisi kritis. Menurutnya, itu disebabkan respons Teheran terhadap proposal Washington.

Reaksi marah Trump terhadap posisi Iran menyebabkan harga minyak melonjak dan menghancurkan harapan bahwa kesepakatan dapat segera dinegosiasikan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial.

Baca Juga: Jadi Sekutu Israel, Uni Emirat Arab Diam-diam Serang Iran

Setelah mengecam respons Iran terhadap proposal AS sebagai "sama sekali tidak dapat diterima", Trump bersikeras bahwa Amerika Serikat akan meraih "kemenangan penuh" atas Iran.

Dia menambahkan bahwa gencatan senjata yang sebagian besar telah menghentikan pertempuran di Teluk selama lebih dari sebulan berada di ambang kehancuran.

"Gencatan senjata berada dalam kondisi kritis, di mana dokter masuk dan berkata, 'Tuan, orang yang Anda cintai memiliki peluang sekitar satu persen untuk bertahan hidup'," kata Trump kepada wartawan.

Kepala negosiator yang juga ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa negaranya siap untuk segala kemungkinan.

"Angkatan bersenjata kami siap untuk merespons dan memberi pelajaran atas setiap agresi," tulisnya di X.

"Strategi yang buruk dan keputusan yang buruk selalu menghasilkan hasil yang buruk—dunia sudah memahami ini," paparnya.

Perkembangan ini membuat pasar energi global yang sudah kacau akibat perang dan blokade yang tumpang tindih yang diberlakukan oleh Iran dan AS di Selat Hormuz—jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas, menjadi gelisah.

"Guncangan pasokan energi yang dimulai pada kuartal pertama adalah yang terbesar yang pernah dialami dunia," kata CEO dan presiden raksasa minyak Saudi Aramco, Amin Nasser, kepada para investor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved