Mesir Kirim Jet Tempur ke UEA untuk Tembak Jatuh Drone dan Rudal Iran, Ini Respons Teheran
Senin, 11 Mei 2026 - 19:24 WIB
loading...
Mesir kirim jet tempur ke UEA untuk tembak jatuh drone dan rudal Iran. Foto/X/@Osint613
A
A
A
TEHERAN - Uni Emirat Arab mengumumkan pesawat tempur Mesir telah dikerahkan di wilayahnya untuk pertama kalinya. Pesawat tempur Rafale F3R dari Angkatan Udara Mesir untuk membantu UEA dalam operasi pertahanan melawan drone dan rudal Iran.
Pengungkapan tersebut, sebuah sinyal militer yang signifikan, terjadi selama kunjungan mendadak Presiden Abdel Fattah Al-Sisi ke Abu Dhabi, dan patut diperhatikan mengingat Kairo dan Abu Dhabi seringkali berada di pihak yang berlawanan dalam perselisihan regional, meskipun UEA tetap menjadi investor asing terbesar di Mesir.
Al-Sisi dan Presiden Mohamed bin Zayed bersama-sama memeriksa detasemen pesawat tempur Mesir, meninjau kesiapan operasionalnya dan bertemu secara pribadi dengan beberapa pilot yang berjasa membantu menjaga keamanan Emirat selama konflik regional. Baik pemerintah Kairo maupun Abu Dhabi tidak mengungkapkan jenis atau lokasi pesawat tersebut, meskipun angkatan udara Mesir memiliki armada campuran pesawat tempur buatan Amerika, Prancis, dan Rusia, di antaranya F-16, Rafale, dan MiG-29.
Presiden Mesir menyatakan bahwa Kairo berdiri dalam “solidaritas penuh” dengan Uni Emirat Arab, menolak apa yang disebutnya sebagai agresi Iran terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab, dan dengan tegas mengatakan, “Apa pun yang memengaruhi Uni Emirat Arab, memengaruhi Mesir.” Kunjungannya terjadi beberapa hari setelah serangan baru yang dikaitkan Abu Dhabi dengan Iran — tuduhan yang dibantah Teheran.
Bagaimana tanggapan Iran?
Pengungkapan tersebut, sebuah sinyal militer yang signifikan, terjadi selama kunjungan mendadak Presiden Abdel Fattah Al-Sisi ke Abu Dhabi, dan patut diperhatikan mengingat Kairo dan Abu Dhabi seringkali berada di pihak yang berlawanan dalam perselisihan regional, meskipun UEA tetap menjadi investor asing terbesar di Mesir.
Al-Sisi dan Presiden Mohamed bin Zayed bersama-sama memeriksa detasemen pesawat tempur Mesir, meninjau kesiapan operasionalnya dan bertemu secara pribadi dengan beberapa pilot yang berjasa membantu menjaga keamanan Emirat selama konflik regional. Baik pemerintah Kairo maupun Abu Dhabi tidak mengungkapkan jenis atau lokasi pesawat tersebut, meskipun angkatan udara Mesir memiliki armada campuran pesawat tempur buatan Amerika, Prancis, dan Rusia, di antaranya F-16, Rafale, dan MiG-29.
Presiden Mesir menyatakan bahwa Kairo berdiri dalam “solidaritas penuh” dengan Uni Emirat Arab, menolak apa yang disebutnya sebagai agresi Iran terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab, dan dengan tegas mengatakan, “Apa pun yang memengaruhi Uni Emirat Arab, memengaruhi Mesir.” Kunjungannya terjadi beberapa hari setelah serangan baru yang dikaitkan Abu Dhabi dengan Iran — tuduhan yang dibantah Teheran.
Bagaimana tanggapan Iran?
Lihat Juga :