Mengapa MBS Tolak Operasi Proyek Kebebasan di Selat Hormuz?

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:10 WIB
loading...
Mengapa MBS Tolak Operasi...
Putra Mahkota Mohammad Bin Salman tolak operasi Proyek Kebebasannya Donald Trump. Foto/X
A A A
TEHERAN - Ketika Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menghentikan 'Proyek Kebebasan' untuk memandu kapal komersial melalui Selat Hormuz, ia mengatakan itu untuk memperlancar negosiasi dengan Iran atas permintaan dari Pakistan dan negara-negara lain.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan proyek tersebut dihentikan karena sekutu Amerika Serikat di Teluk, Arab Saudi dan Kuwait, menolak mengizinkan pesawat tempur Amerika menggunakan pangkalan atau wilayah udara mereka dalam operasi tersebut.

Hambatan tersebut kini telah teratasi setelah Presiden AS dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Arab Saudi, menyelesaikan masalah tersebut dalam panggilan telepon pada Rabu malam, menurut laporan The Wall Street Journal dan The Financial Times.

Hal ini membuka jalan bagi pemerintahan Trump untuk memulai kembali operasi untuk memandu kapal komersial dengan dukungan angkatan laut dan udara. Belum jelas apakah dan kapan hal itu dapat terjadi, meskipun para pejabat Pentagon, yang berbicara kepada WSJ, memberikan perkiraan waktu paling cepat minggu ini.

Mengapa MBS Tolak Operasi Proyek Kebebasan di Selat Hormuz?

1. Saudi Ingin Menghentikan Perang Iran

Kehati-hatian tersebut—yang tidak disangkal oleh Riyadh—menegaskan keinginan Arab Saudi untuk mengakhiri secara permanen perang AS-Israel di Iran, yang mengakibatkan agresi Teheran terhadap negara-negara tetangganya di Teluk.

Riyadh meyakini bahwa "Proyek Kebebasan" Trump "merupakan langkah yang secara tidak perlu meningkatkan ketegangan dan tidak dipikirkan dengan matang," kata sebuah sumber yang diberi informasi mengenai masalah tersebut kepada Financial Times.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Anak-Anak Muda India...
Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
Rekomendasi
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved