Anggota Parlemen Israel Ungkap Ben-Gvir dan Istrinya Butuh Psikiater Segera

Kamis, 07 Mei 2026 - 18:30 WIB
loading...
Anggota Parlemen Israel...
Anggota Knesset Arab Ahmad Tibi. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Anggota Knesset Arab Ahmad Tibi mengatakan, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan istrinya “membutuhkan psikiater segera.” Pernyataan itu diungkap Ahmad Tibi pada hari Rabu (6/5/2026), seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Pernyataan Tibi muncul sebagai tanggapan atas Ben-Gvir yang menerima kue ulang tahun dari istrinya yang dihiasi dengan “jerat,” sebagai perayaan undang-undang tentang eksekusi tahanan Palestina yang diajukan partai sayap kanan jauh menteri tersebut, Otzma Yehudit.

“Saya harus menggunakan profesi tambahan saya sebagai dokter, meskipun kasus ini bukan spesialisasi saya, keluarga ini sangat membutuhkan psikiater segera,” kata Tibi kepada radio 103 FM Israel.

“Kedua individu ini (Ben-Gvir dan istrinya) mengalami gangguan psikologis, tetapi kondisi psikologis ini akan mendapat dukungan di masyarakat Israel,” tambahnya.

“Biasanya, orang-orang mendoakan masa depan yang lebih baik dan cinta dengan kue ulang tahun, tetapi orang-orang ini mengagungkan kebencian dan kematian. Oleh karena itu, ini sebenarnya adalah kondisi psikologis yang membutuhkan intervensi segera,” kata Tibi.

Pada hari Minggu, istri Ben-Gvir memberinya kue yang dihiasi dengan “jerat” dan kalimat “Selamat kepada Menteri Ben-Gvir… terkadang mimpi menjadi kenyataan,” untuk menandai ulang tahunnya dan merayakan undang-undang tentang eksekusi tahanan Palestina.

Undang-undang ini disahkan Knesset pada bulan Maret, yang menuai kritik tajam dari dunia luar terkait hak asasi manusia dan politik.

Undang-undang tersebut menetapkan hukuman mati dengan cara digantung bagi tahanan yang menurut Israel telah melakukan atau merencanakan serangan yang mengakibatkan kematian warga Israel.

Undang-undang tersebut mengatur agar eksekusi dilakukan oleh petugas penjara yang ditunjuk oleh dinas penjara, yang memberi mereka anonimitas dan kekebalan hukum.

Undang-undang tersebut juga memungkinkan untuk menjatuhkan hukuman mati tanpa permintaan dari kejaksaan dan tidak memerlukan suara bulat, karena dapat diputuskan dengan mayoritas sederhana.

Menurut organisasi hak asasi manusia Palestina dan Israel, lebih dari 9.600 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk 350 anak-anak dan 73 perempuan, di mana mereka menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, yang menyebabkan kematian puluhan orang.

Baca juga: Pelabuhan Iran Siap Beri Layanan Dukungan kepada Kapal-Kapal di Selat Hormuz
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved