AS Bilang Perang Berakhir, tapi Jet Tempur F/A-18 Amerika Serang Kapal Tanker Iran
Kamis, 07 Mei 2026 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
CENTCOM mengatakan pasukan AS mengeluarkan beberapa peringatan sebelum jet tempur F/A-18 Super Hornet yang diluncurkan dari kapal induk USS Abraham Lincoln menembakkan beberapa peluru meriam 20mm ke kemudi kapal tersebut, mencegahnya melanjutkan perjalanan menuju Iran.
Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum baru kepada Teheran, memperingatkan bahwa Operasi Epic Fury "yang sudah melegenda" hanya akan berakhir jika Iran menerima persyaratan yang menurutnya telah disepakati.
"Jika mereka tidak setuju, pengeboman akan dimulai, dan sayangnya, akan jauh lebih tinggi dan lebih intensif daripada sebelumnya," tulisnya di Truth Social.
Trump tetap optimistis, mengatakan kepada PBS pada hari Rabu bahwa ada "peluang yang sangat bagus" perang dapat berakhir sebelum perjalanannya yang direncanakan ke China. Namun, dia menegaskan kembali bahwa "Jika tidak, AS akan kembali membombardir mereka habis-habisan."
Washington dan Teheran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan satu halaman berisi 14 poin yang akan mengakhiri perang dan membuka periode 30 hari untuk negosiasi yang lebih rinci, menurut sumber AS yang dikutip Axios, Kamis (7/5/2026).
Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum baru kepada Teheran, memperingatkan bahwa Operasi Epic Fury "yang sudah melegenda" hanya akan berakhir jika Iran menerima persyaratan yang menurutnya telah disepakati.
"Jika mereka tidak setuju, pengeboman akan dimulai, dan sayangnya, akan jauh lebih tinggi dan lebih intensif daripada sebelumnya," tulisnya di Truth Social.
Trump tetap optimistis, mengatakan kepada PBS pada hari Rabu bahwa ada "peluang yang sangat bagus" perang dapat berakhir sebelum perjalanannya yang direncanakan ke China. Namun, dia menegaskan kembali bahwa "Jika tidak, AS akan kembali membombardir mereka habis-habisan."
Washington dan Teheran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan satu halaman berisi 14 poin yang akan mengakhiri perang dan membuka periode 30 hari untuk negosiasi yang lebih rinci, menurut sumber AS yang dikutip Axios, Kamis (7/5/2026).
Lihat Juga :