Netanyahu: Palestina akan Kembali Berunding Jika Trump Terpilih Lagi

Minggu, 20 September 2020 - 06:06 WIB
loading...
Netanyahu: Palestina...
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Palestina akan kembali bernegosiasi dengan Israel jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terpilih lagi.

Pernyataan itu diungkapkan Netanyahu dalam pertemuan tertutup yang diungkap harian Israel Hayom. Menurut laporan itu, Netanyahu menyatakan penandatanganan kesepakatan normalisasi dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain membuat Palestina tak punya pilihan selain meja negosiasi.

Netanyahu menyatakan jika Trump terpilih lagi, dia akan mulai berunding dengan Palestina berdasarkan kesepakatan abad ini yang dicanangkan Trump.

Saat peringatan penandatanganan kesepakatan itu di Gedung Putih, Netanyahu tidak menyebut apapun terkait Palestina .

Sementara, Trump mengindikasikan bahwa Israel tak terlalu terisolasi di Timur Tengah dibandingkan sebelumnya.

Terkait isu Palestina , Trump menyatakan, “Mereka telah mendatangi jalan panjang. Kami telah membayar mereka USD750 juta.”

Trump kemudian menjelaskan bahwa dia telah bertanya pada pemerintahan AS sebelumnya, “Mengapa Anda membayar saat mereka memperlakukan AS dengan tidak hormat seperti itu?”

“Kita memberi mereka USD750 juta per tahun, mengapa tidak seseorang menghentikan pembayaran itu? Baik, kami tidak berpikir itu akan tepat. Baik, dan saya memutus pembayaran pada mereka,” kata Trump. (Baca Juga: Laboratorium China Bocor, 3.245 Orang Terjangkit Penyakit Brucellosis)

Trump juga meminta negara-negara Teluk menghentikan pembayaran pada Palestina. “Tapi negara-negara lain memberi mereka uang. Anda menghadapi negara-negara sangat kaya. Dan negara-negara itu sekarang semua menandatangani bersama kita. Mereka semua akan menandatangani dengan kita, semua mereka,” papar Trump. (Baca Infografis: Mengaku Dicegah Mattis, Trump Urung Bunuh Presiden Assad)

Saat ditanya apakah negara-negara lain itu bisa Arab Saudi dan Oman, Trump menjawab, “Ya, kita sedang menjalani proses yang sangat jauh dengan sekitar lima negara, lima negara tambahan. Sejujurnya, saya pikir kita dapat memiliki mereka di sini hari ini.” (Lihat Video: RSUD Kota Tangerang Kelebihan Pasien Covid-19)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Trump Perintahkan Pembukaan...
Trump Perintahkan Pembukaan Kembali Penjara Alcatraz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved