Negosiasi Perdamaian Temui Jalan Buntu, Iran Salahkan AS

Senin, 27 April 2026 - 16:25 WIB
loading...
Negosiasi Perdamaian...
Negosiasi perdamaian temui jalan buntu, Iran salahkan AS. Foto/X/CENTCOM
A A A
TEHERAN - Diplomat utama Iran menyalahkan Washington pada hari Senin atas kegagalan pembicaraan setelah mendarat di Rusia sebagai bagian dari tur diplomatik kilat, dengan negosiasi langsung antara pihak-pihak yang berseteru tampaknya menemui jalan buntu.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut di Saint Petersburg, tempat ia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Oman di antara kunjungan ke mediator utama Pakistan dalam beberapa hari terakhir.

Islamabad menjadi tuan rumah putaran pertama dan satu-satunya pembicaraan yang tidak berhasil antara Washington dan Teheran, dan kunjungan Araghchi telah memicu harapan untuk negosiasi baru selama akhir pekan, hingga Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusannya Steve Witkoff dan Jared Kushner.

“Pendekatan AS menyebabkan putaran negosiasi sebelumnya, meskipun ada kemajuan, gagal mencapai tujuannya karena tuntutan yang berlebihan,” kata Araghchi pada hari Senin, dilansir Al Arabiya.



Setelah membatalkan kunjungan utusannya, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa jika Iran menginginkan pembicaraan, “mereka dapat datang kepada kami, atau mereka dapat menghubungi kami,” meskipun ia mengatakan pembatalan tersebut tidak menandakan kembalinya permusuhan.

Sebagai tanda bahwa upaya jalur belakang masih berlangsung, kantor berita Fars mengatakan Iran telah menyampaikan "pesan tertulis" kepada Amerika melalui Pakistan yang menjelaskan garis merah, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz.

Namun, kantor berita Fars mengatakan pesan-pesan tersebut bukan bagian dari negosiasi formal.

Media AS Axios—mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber lain yang mengetahui masalah tersebut—melaporkan pada hari Minggu bahwa Iran telah mengirimkan proposal baru untuk mengakhiri perang yang berpusat pada pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade angkatan laut AS di sana, dengan negosiasi nuklir ditunda untuk tahap selanjutnya.

Kantor berita negara Iran IRNA mengutip laporan tersebut tanpa membantahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Murka! Iran: Kami Berhak...
Murka! Iran: Kami Berhak Balas Serangan AS
Rekomendasi
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved