Pentagon Tiba-tiba Pecat Sekretaris AL Amerika di Tengah Blokade terhadap Iran, Ada Apa?

Kamis, 23 April 2026 - 07:31 WIB
loading...
Pentagon Tiba-tiba Pecat...
Pentagon tiba-tiba memecat Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan di tengah blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Foto/ABC News
A A A
WASHINGTON - Pentagon tiba-tiba memecat Sekretaris Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) John Phelan di tengah blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Langkah ini hanya berselang beberapa pekan setelah Menteri Perang Pete Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George.

Pentagon menyatakan dalam sebuah pernyataan, "Phelan meninggalkan pemerintahan, berlaku segera." Pernyataan tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut, termasuk alasan pemecatan Phelan.

Baca Juga: Blokade AS Runtuh, 34 Kapal Hantu Iran Menyelinap Bawa Minyak Senilai Rp15,6 Triliun

“Atas nama Menteri Perang dan Wakil Menteri Perang, kami berterima kasih kepada Sekretaris Phelan atas pengabdiannya kepada Departemen dan Angkatan Laut Amerika Serikat,” kata juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/4/2026).

“Kami mendoakan yang terbaik untuk usahanya di masa depan," ujarnya.

Menurut Parnell, wakil pejabat sipil nomor 2 Angkatan Laut; Wakil Sekretaris Hung Cao, akan mengambil alih sebagai penjabat sementara sekretaris.

Pada 2 April lalu, Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy George tanpa menyebutkan alasannya. Dua pejabat AS mengatakan keputusan itu terkait dengan ketegangan antara Hegseth dan Sekretaris Angkatan Darat Daniel Driscoll.

Pemecatan pada bulan April ini menambah gejolak baru-baru ini di semua tingkatan kepemimpinan di Pentagon, termasuk pemecatan tahun lalu terhadap Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Udara C.Q. Brown, serta kepala operasi Angkatan Laut dan wakil kepala staf Angkatan Udara.

Pemecatan terbaru ini terjadi di tengah gencatan senjata yang tegang dengan Iran, seiring dengan semakin banyaknya aset Angkatan Laut AS yang dikerahkan ke Timur Tengah.

Phelan belum pernah bertugas di militer atau memegang peran kepemimpinan sipil di dinas militer sebelum Presiden Donald Trump mencalonkannya sebagai sekretaris Angkatan Laut pada akhir tahun 2024.

Phelan adalah salah satu donor utama kampanye Trump. Dia mendirikan perusahaan investasi swasta Rugger Management LLC. Menurut biografinya, keterlibatan utama Phelan dengan militer berasal dari posisi penasihat yang dipegangnya di Spirit of America, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung pertahanan Ukraina dan pertahanan Taiwan.

Sedangkan Cao mencalonkan diri sebagai Senator AS di Virginia, namun gagal, untuk mencoba menggulingkan Senator Demokrat Tim Kaine pada tahun 2024. Dia mendapat dukungan Trump dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik yang ramai.

Cao adalah veteran Angkatan Laut selama 25 tahun yang bertugas di zona tempur. Biografinya mencakup pelarian dari Vietnam bersama keluarganya saat masih kecil pada tahun 1970-an. Dalam video kampanye untuk pencalonannya sebagai Senator, dia membandingkan rezim komunis Vietnam selama Perang Dingin dengan pemerintahan Presiden Joe Biden.

"Kita kehilangan negara kita," kata Cao dalam video selama kampanye, yang menyalahkan Biden atas kasus kriminal terhadap Trump dan menampilkan cuplikan penyeberangan perbatasan dan penjarahan toko.

"Anda tahu itu. Tapi Anda juga tahu bahwa Anda tidak bisa mengatakannya. Kita dipaksa untuk mengatakan bahwa yang salah adalah benar. Kita dipaksa untuk berbohong," paparnya saat itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Apresiasi Catatan Seskab...
Apresiasi Catatan Seskab Letkol Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Tetap Transparan
Deretan Catatan Bersejarah...
Deretan Catatan Bersejarah Meksiko Usai Singkirkan Ekuador di Piala Dunia 2026
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Kapolri
Berita Terkini
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Infografis
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved