Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Jepang Akan Ekspor Senjata ke Banyak Negara

Rabu, 22 April 2026 - 08:41 WIB
loading...
A A A
Sikap pertahanan Jepang tertulis dalam konstitusi pasca-Perang Dunia Kedua pada tahun 1947. Konstitusi tersebut menolak perang sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan internasional dan menyatakan bahwa Jepang tidak akan pernah mempertahankan potensi perang.

Selama beberapa dekade, pasifisme telah menjadi bagian dari identitas Jepang. Namun, pola pikir tersebut telah bergeser secara bertahap.

Pada tahun 2014, Perdana Menteri Shinzo Abe melonggarkan larangan menyeluruh terhadap semua penjualan militer, memungkinkan pengembangan senjata bersama dengan sekutu dan memberikan akses industri pertahanan ke pasar dan teknologi baru.

Pada tahun 2023, Perdana Menteri Fumio Kishida mengambil langkah lebih jauh dengan mengizinkan ekspor senjata mematikan jadi untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua.

Takaichi mendukung revisi konstitusi pasifis. Meskipun ia belum merinci perubahan yang diusulkan, banyak yang berpikir bahwa itu akan melibatkan amandemen Pasal 9, yang menolak perang.

Para pendukung Takaichi mengatakan Jepang perlu menghadapi realitas baru di mana aturan lama tidak lagi berlaku untuk negara yang dikelilingi oleh Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara.

Namun, para kritikus khawatir bahwa Jepang menjadi negara yang mampu berperang. Bagi mereka, pendirian Takaichi tentang reformasi konstitusional dapat berarti Jepang mungkin akan terlibat dalam konflik militer.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Dituduh Spionase Iran,...
Dituduh Spionase Iran, 3 Orang Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di Bahrain
Trump: AS Akan Hancurkan...
Trump: AS Akan Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran
Rekomendasi
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved