Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
Rabu, 22 April 2026 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
Hubungan China dan Myanmar
Presiden China Xi Jinping menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang memberikan selamat kepada Min Aung Hlaing atas transisinya menjadi presiden. Selain itu, penunjukan mantan duta besar Myanmar untuk China, Tin Maung Swe, sebagai menteri luar negeri dinilai memperkuat arah kebijakan yang lebih pro-Beijing.
Lintner mengatakan bahwa meski Myanmar menjalin hubungan dengan negara lain seperti Rusia dan Belarusia, pengaruh China tetap dominan. Secara geografis, Myanmar memiliki posisi strategis bagi China sebagai jalur akses langsung ke Samudra Hindia, memungkinkan Beijing mengurangi ketergantungan pada Laut China Selatan dan Selat Malaka.
Proyek seperti China-Myanmar Economic Corridor (CMEC), termasuk jalur pipa minyak dan gas serta rencana pembangunan pelabuhan Kyaukphyu, menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Infrastruktur ini memungkinkan China mengamankan jalur perdagangan dan energi secara lebih langsung.
Sejarah hubungan kedua negara juga menunjukkan dinamika kompleks. Pada awal 2000-an, Myanmar sempat mencoba mengurangi ketergantungan pada China dengan memperluas kerja sama militer ke Rusia. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan Beijing kembali memperkuat pengaruhnya.
China juga disebut Lintner memainkan peran langsung dalam dinamika konflik internal Myanmar. Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing disebut mendorong kelompok-kelompok bersenjata di wilayah perbatasan untuk melakukan gencatan senjata demi menjaga stabilitas jalur perdagangan.
Langkah ini terlihat setelah ofensif kelompok etnis bersenjata pada 2023 yang sempat merebut wilayah strategis di negara bagian Shan. China kemudian menekan pihak-pihak terkait untuk menghentikan pertempuran yang mengganggu akses perdagangan lintas batas.
Masa Depan Myanmar
Di sisi lain, oposisi politik domestik semakin melemah. Partai NLD telah dibubarkan, sementara masyarakat sipil di wilayah perkotaan dinilai berada di bawah tekanan kuat dari pemerintah militer.
Lihat Juga :