Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
Rabu, 22 April 2026 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
Lintner menilai kondisi ini mencerminkan konsolidasi kekuasaan militer yang lebih matang dibandingkan periode sebelumnya. Militer disebut telah belajar dari pengalaman masa lalu, termasuk kegagalan membuka ruang politik secara luas pada periode 2011–2021.
Dalam jangka pendek, pemerintah kemungkinan akan mengambil langkah simbolis seperti pembebasan sebagian tahanan politik atau menghidupkan kembali proses perdamaian. Namun, langkah tersebut dinilai tidak akan menghasilkan perubahan struktural yang signifikan.
“Beberapa bentuk keterbukaan mungkin diberikan, tetapi tidak akan seperti periode 2011 hingga 2021,” sebut Lintner.
Di tengah kondisi tersebut, masa depan Myanmar dinilai tetap suram. Perlawanan bersenjata diperkirakan akan terus berlangsung, namun belum cukup kuat untuk mengancam kekuasaan militer secara signifikan.
Lintner menilai bahwa satu-satunya faktor yang berpotensi mengubah situasi adalah perpecahan internal dalam militer, meskipun skenario tersebut saat ini dinilai kecil kemungkinannya.
“Dengan dukungan China dan kontrol domestik yang semakin kuat, militer Myanmar saat ini dinilai berada dalam posisi yang lebih kokoh dibandingkan sebelumnya, sementara masyarakat sipil menghadapi tekanan yang terus berlanjut,” pungkas Lintner.
Dalam jangka pendek, pemerintah kemungkinan akan mengambil langkah simbolis seperti pembebasan sebagian tahanan politik atau menghidupkan kembali proses perdamaian. Namun, langkah tersebut dinilai tidak akan menghasilkan perubahan struktural yang signifikan.
“Beberapa bentuk keterbukaan mungkin diberikan, tetapi tidak akan seperti periode 2011 hingga 2021,” sebut Lintner.
Di tengah kondisi tersebut, masa depan Myanmar dinilai tetap suram. Perlawanan bersenjata diperkirakan akan terus berlangsung, namun belum cukup kuat untuk mengancam kekuasaan militer secara signifikan.
Lintner menilai bahwa satu-satunya faktor yang berpotensi mengubah situasi adalah perpecahan internal dalam militer, meskipun skenario tersebut saat ini dinilai kecil kemungkinannya.
“Dengan dukungan China dan kontrol domestik yang semakin kuat, militer Myanmar saat ini dinilai berada dalam posisi yang lebih kokoh dibandingkan sebelumnya, sementara masyarakat sipil menghadapi tekanan yang terus berlanjut,” pungkas Lintner.
(mas)
Lihat Juga :