Myanmar Bongkar Kompleks Penipuan Myawaddy, Jaringan China Diduga Terlibat

Senin, 17 November 2025 - 12:10 WIB
loading...
Myanmar Bongkar Kompleks...
Operasi militer Myanmar bongkar kompleks penipuan daring di Myawaddy, jaringan China diduga terlibat. Foto/RTI
A A A
JAKARTA - Sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Prince Group dan ketuanya, Chen Zhi, memicu rangkaian peristiwa besar di Asia Tenggara, termasuk operasi militer Myanmar terhadap KK Park, kompleks penipuan daring di Myawaddy. Di balik perkembangan ini, muncul narasi lebih dalam mengenai dugaan keterlibatan aparat China yang selama bertahun-tahun dianggap membiarkan jaringan tersebut berkembang.

Pada 14 Oktober 2025, Departemen Kehakiman AS mengumumkan dakwaan terhadap Chen Zhi, pengusaha flamboyan asal Fujian yang memimpin Prince Group. Dia dituduh mengendalikan jaringan kriminal yang mencakup kerja paksa, perdagangan manusia, serta penipuan kripto.

Dakwaan itu menyebut Chen menguasai lebih dari USD15 miliar dalam bentuk aset Bitcoin ilegal dan mengoperasikan sejumlah kompleks penipuan di Kamboja dan Myanmar, tempat pekerja yang diperdagangkan dipaksa menjalankan operasi penipuan daring global.

Baca Juga: Siapa Chen Zhi? Pemimpin Prince Group yang Mengendalikan Bisnis Scamming di Kamboja

Chen, yang kemudian memperoleh kewarganegaraan Kamboja dan gelar bangsawan “Duke", membawa Prince Group menjadi pemain besar di sektor properti dan keuangan negara tersebut. Namun di balik citra mewahnya, terdapat sistem eksploitasi yang diduga mendapat perlindungan politik tingkat tinggi.

Kompleks KK Park di Myawaddy


Mengutip dari Mizzima, Senin (17/11/2025), sejumlah laporan kredibel menyebut operasi Chen bukan tindakan kriminal individu, tetapi diduga memperoleh dukungan dari Kementerian Keamanan Publik dan Kementerian Keamanan China. Lembaga-lembaga itu disebut memberi perlindungan dan dukungan logistik, memungkinkan ekspansi jaringan Chen tanpa hambatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved