Pertama Kalinya dalam Sejarah, AS Hadapi Ancaman Nuklir dari Rusia dan China Sekaligus
Selasa, 21 April 2026 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Selain Spanyol dan Turki, Italia menolak izin pesawat militer AS untuk menggunakan pangkalan udara Sigonella di Sisilia untuk operasi yang terkait dengan perang Iran, dengan alasan masalah prosedural dan otorisasi.
Sebelumnya, Trump melancarkan kritik pedas terhadap Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dengan mengatakan, “Saya terkejut padanya. Saya pikir dia memiliki keberanian, tetapi saya salah,” dalam sebuah wawancara dengan harian Italia; Corriere della Sera.
“Dia tidak dapat diterima karena dia tidak keberatan bahwa Iran memiliki senjata nuklir dan akan meledakkan Italia dalam dua menit jika mereka memiliki kesempatan,” kata Trump.
Meloni, pemimpin sayap kanan Italia sejak Oktober 2022, telah menjadi salah satu sekutu terdekat Trump di Eropa dan sering berusaha bertindak sebagai mediator antara pandangan AS dan Eropa yang berbeda.
Namun Presiden Trump mengatakan mereka belum berbicara bulan ini. "Sudah lama sekali," katanya. "Dia tidak membantu kita dengan NATO. Dia tidak ingin membantu menyingkirkan Iran yang memiliki senjata nuklir. Sangat menyedihkan. Dia jauh berbeda dari yang saya kira," imbuh dia.
Prancis juga menolak hak lintas udara untuk pesawat-pesawat tertentu yang membawa pasokan militer ke Israel dan digambarkan oleh Presiden Trump sebagai "sangat tidak membantu". Sementara Paris mengerahkan aset Angkatan Laut ke Mediterania untuk tujuan defensif dan bergabung dalam upaya diplomatik untuk mengamankan Selat Hormuz, mereka dengan tegas menolak untuk bergabung dalam operasi ofensif apa pun.
Jerman menyuarakan keberatan yang cukup besar, dengan para pejabat senior menekankan bahwa "ini bukan perang kita" dan menolak kontribusi militer langsung untuk membuka kembali Selat Hormuz. Opini publik di Jerman juga menunjukkan penentangan yang kuat terhadap serangan tersebut.
Sebaliknya, sekutu Eropa Timur seperti Polandia, Republik Ceko, dan negara-negara Baltik menawarkan dukungan retorika yang lebih kuat dan, dalam beberapa kasus, dukungan praktis untuk posisi AS, seringkali mengutip peran Iran dalam memasok drone ke Rusia sebagai ancaman bersama.
Ini adalah situasi dilematis bagi AS. Di satu sisi, AS membutuhkan NATO untuk melawan ancaman nuklir Rusia dan China, dan di sisi lain, AS mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan dengan blok militer terkuat di dunia.
Sebelumnya, Trump melancarkan kritik pedas terhadap Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dengan mengatakan, “Saya terkejut padanya. Saya pikir dia memiliki keberanian, tetapi saya salah,” dalam sebuah wawancara dengan harian Italia; Corriere della Sera.
“Dia tidak dapat diterima karena dia tidak keberatan bahwa Iran memiliki senjata nuklir dan akan meledakkan Italia dalam dua menit jika mereka memiliki kesempatan,” kata Trump.
Meloni, pemimpin sayap kanan Italia sejak Oktober 2022, telah menjadi salah satu sekutu terdekat Trump di Eropa dan sering berusaha bertindak sebagai mediator antara pandangan AS dan Eropa yang berbeda.
Namun Presiden Trump mengatakan mereka belum berbicara bulan ini. "Sudah lama sekali," katanya. "Dia tidak membantu kita dengan NATO. Dia tidak ingin membantu menyingkirkan Iran yang memiliki senjata nuklir. Sangat menyedihkan. Dia jauh berbeda dari yang saya kira," imbuh dia.
Prancis juga menolak hak lintas udara untuk pesawat-pesawat tertentu yang membawa pasokan militer ke Israel dan digambarkan oleh Presiden Trump sebagai "sangat tidak membantu". Sementara Paris mengerahkan aset Angkatan Laut ke Mediterania untuk tujuan defensif dan bergabung dalam upaya diplomatik untuk mengamankan Selat Hormuz, mereka dengan tegas menolak untuk bergabung dalam operasi ofensif apa pun.
Jerman menyuarakan keberatan yang cukup besar, dengan para pejabat senior menekankan bahwa "ini bukan perang kita" dan menolak kontribusi militer langsung untuk membuka kembali Selat Hormuz. Opini publik di Jerman juga menunjukkan penentangan yang kuat terhadap serangan tersebut.
Sebaliknya, sekutu Eropa Timur seperti Polandia, Republik Ceko, dan negara-negara Baltik menawarkan dukungan retorika yang lebih kuat dan, dalam beberapa kasus, dukungan praktis untuk posisi AS, seringkali mengutip peran Iran dalam memasok drone ke Rusia sebagai ancaman bersama.
Ini adalah situasi dilematis bagi AS. Di satu sisi, AS membutuhkan NATO untuk melawan ancaman nuklir Rusia dan China, dan di sisi lain, AS mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan dengan blok militer terkuat di dunia.
(mas)
Lihat Juga :