Jurnalis AS Sebut Iran Menang dengan Tidak Kalah, Begini Maksudnya

Selasa, 21 April 2026 - 13:31 WIB
loading...
Jurnalis AS Sebut Iran...
Jurnalis ternama AS-Inggris, Mehdi Hasan, sebut Iran menang dengan tidak kalah. Dia memuji Iran yang tak runtuh meski menghadapi dua negara bersenjata nuklir sekaligus. Foto/themedialine.org
A A A
WASHINGTON - Banyak yang percaya perang di Timur Tengah akan berlangsung cepat, tetapi sudah lebih dari 40 hari kampanye militer Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran dan lintasan perang telah membingungkan apa yang diprediksi oleh para pembuat kebijakan Washington. Demikian disampaikan jurnalis ternama AS-Inggris, Mehdi Hasan.

Hasan, pemimpin redaksi yang juga CEO Zeteo, mengatakan kepada NDTV bahwa Iran belum runtuh meskipun menghadapi dua musuh bersenjata nuklir sekaligus.

Baca Juga: 'UEA Tak Lagi Butuh AS, Pangkalan Amerika Itu Beban dan Bukan Aset'

AS sudah jelas menjadi salah satu pemilik senjata nuklir terbesar di dunia. Namun, Israel selama ini mengadopsi kebijakan ambigu yang tidak mengonfirmasi maupun menyangkal bahwa ia memiliki senjata nuklir. Selain Hasan, banyak pakar militer juga meyakini rezim Zionis Israel adalah satu-satunya negara bersenjata nuklir di Timur Tengah.

"Iran sedang menang saat ini. Kekuatan yang lebih lemah dalam setiap perjuangan, baik itu gerakan gerilya atau negara yang lebih kecil, menang dengan tidak kalah. Hanya dengan tidak kalah, Anda menang," kata Hasan, menjelaskan narasi "Iran menang dengan tidak kalah".

"Iran sedang melawan kekuatan militer terbesar dalam sejarah umat manusia, negara terkaya di Bumi, negara dengan senjata nuklir," paparnya. "Dan Israel, juga negara lain dengan senjata nuklir," imbuh Hasan, yang dilansir Selasa (21/4/2026).

"Ini adalah pencapaian fenomenal, apa pun pendapat Anda tentang Iran atau pemerintah ini, bahwa negara ini telah bertahan selama ini," sambung jurnalis berkewarganegaraan ganda AS-Inggris tersebut.

Dia mengutip contoh Ukraina untuk membandingkan situasi dengan Iran. "Ada kemiripan dengan Ukraina di sini, invasi total oleh negara yang jauh lebih kuat. Orang-orang mengira Ukraina akan ditaklukkan. Akan ada tank-tank Rusia di Kyiv pada hari kedua," katanya.

"Ukraina selamat, dan Iran melakukan hal yang sama dengan dukungan eksternal yang jauh lebih sedikit," kata Hasan. "Sedikit dukungan dari China dan Rusia. Tapi Iran tetap bertahan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved