Jurnalis AS Sebut Iran Menang dengan Tidak Kalah, Begini Maksudnya

Selasa, 21 April 2026 - 13:31 WIB
loading...
A A A
"Perang Iran-Irak berlangsung selama delapan tahun. Rakyat Iran bertahan selama delapan tahun melawan Saddam Hussein, senjata kimianya, dukungannya dari Prancis, Jerman, Inggris, AS, dan Italia," kata Hasan.

Menurutnya, almarhum mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan sangat enggan menandatangani perjanjian gencatan senjata pada tahun 1988 setelah mereka kehilangan sekitar setengah juta warga Iran.

"Anggapan bahwa Iran akan menyerah pada minggu pertama atau bulan pertama perang ini mencerminkan ketidaktahuan sejarah yang lengkap," kata Hasan kepada NDTV, menambahkan, "Orang-orang di lingkaran kebijakan Amerika memiliki ketidaktahuan sejarah yang lengkap."

Menunjuk pada masalah nuklir dan pergeseran signifikan dalam tuntutan Amerika, Hasan mengatakan Iran selama beberapa dekade mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tujuan domestik daripada persenjataan.

Perjanjian nuklir era Barack Obama tahun 2015 mengizinkan pengayaan hingga 3,67 persen. Ketika Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu pada tahun 2018, tingkat pengayaan Iran meningkat secara stabil. "Sekarang berada di angka 60 persen, sangat dekat dengan apa yang dibutuhkan untuk membangun senjata," kata Hasan.

Tuntutan pemerintahan Trump untuk nol pengayaan dan penghapusan stok uranium yang ada dari tanah Iran merupakan penyimpangan dari keadaan bahkan setahun yang lalu. "Donald Trump mengatakan mereka harus dilarang memiliki senjata," katanya.

"Dia tidak pernah mengatakan apa pun tentang nol pengayaan," ujar Hasan. "Itu adalah tuntutan Israel, yang sekarang telah menjadi tuntutan Amerika. Dan itu tidak akan berhasil bagi Iran."

Bahkan konsesi sebagian seperti pengiriman uranium yang diperkaya ke pihak ketiga yang netral tidak akan menyelesaikan masalah mendasar, kata Hasan. "Kenyataannya adalah mereka akan mempertahankan hak untuk memperkaya uranium, dan mereka akan selalu mencoba melakukannya," imbuh dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved