Jurnalis AS Sebut Iran Menang dengan Tidak Kalah, Begini Maksudnya

Selasa, 21 April 2026 - 13:31 WIB
loading...
A A A
Menurutnya, selama para ilmuwan, kapasitas industri, dan niat tetap ada, serangan militer tidak dapat secara permanen menghilangkan program nuklir Iran.

"Inilah mengapa orang-orang seperti saya pada dasarnya menentang tindakan militer sejak awal bukan hanya karena itu ilegal dan tidak bermoral serta membunuh warga sipil dan mengacaukan dunia, tetapi karena itu bukan solusi dalam hal perlucutan senjata nuklir," paparnya.

Sementara itu, Iran mengandalkan Selat Hormuz sebagai kartu utamanya dalam negosiasi perdamaian apa pun dengan AS, tetapi menggunakan jalur air tersebut sebagai alat tawar-menawar bukanlah tanpa risiko bagi republik Islam tersebut.

Meskipun menyebabkan penderitaan ekonomi global memberi Iran daya tawar dalam negosiasi, mereka tidak dapat sepenuhnya menghindari dampak negatifnya, dengan blokade AS menghentikan ekspor minyak senilai puluhan juta dolar AS setiap hari.

Dengan gencatan senjata selama dua minggu dalam perang yang akan berakhir minggu ini, konflik yang kembali terjadi di selat tersebut juga akan mengguncang kepemimpinan yang sedang berusaha menemukan pijakannya di bawah pemimpin tertinggi yang baru, putra Khamenei, Mojtaba, yang belum muncul di depan umum.

"Selat itu berada di bawah kendali Republik Islam," kata Mohammad Bagher Ghalibaf, veteran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang sekarang menjabat sebagai ketua parlemen Iran dan dipandang sebagai negosiator utama dalam pembicaraan dengan AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved