Iran Tangkap 4 Agen Mossad yang Bocorkan Lokasi Situs Militer Teheran kepada Israel

Kamis, 16 April 2026 - 13:22 WIB
loading...
Iran Tangkap 4 Agen...
Iran tangkap empat agen Mossad yang membocorkan lokasi situs militer Iran kepada Israel. Foto/Anadolu
A A A
TEHERAN - Pasukan Iran telah menangkap empat orang atas tuduhan bekerja sebagai agen badan intelijen Israel, Mossad. Menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), keempat orang tersebut telah membocorkan lokasi situs militer Iran kepada rezim Zionis Israel.

Penangkapan ini terjadi ketika para pejabat Washington membahas kemungkinan perundingan damai lanjutan dengan Teheran setelah serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang menjerumuskan Timur Tengah ke dalam perang.

Baca Juga: Iran Bidik Kapal Induk dan Seluruh Kapal Perang AS: Kami Akan Tenggelamkan Semuanya!

"Empat agen yang terkait dengan Mossad ditangkap di provinsi Gilan di Iran utara," tulis media pemerintah, IRNA, mengutip pernyataan dari IRGC, Kamis (16/4/2026).

"Para tersangka telah memberikan gambar dan lokasi beberapa situs militer dan keamanan yang sensitif dan penting kepada petugas intelijen Mossad melalui internet," lanjut laporan tersebut.

Para tersangka telah diserahkan kepada otoritas kehakiman.

Iran Tantang AS Perang Darat


Sementara itu, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei; Mohsen Rezaei, menantang militer Amerika Serikat (AS) untuk meluncurkan invasi darat.

Rezaei, yang sejak lama dianggap sebagai tokoh militer garis keras bahkan di dalam IRGC, mengatakan akan "hebat" jika Amerika Serikat melancarkan invasi darat ke Iran. "Karena kami akan menyandera ribuan orang dan kemudian untuk setiap sandera kami akan mendapatkan satu miliar dolar," katanya.

Rezaei mengeklaim bahwa dia sama sekali tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata. "Masalah tersebut tergantung pada keputusan para pejabat terkait," ujarnya.

Dia juga mendesak para pejabat Iran untuk lebih berhati-hati daripada sebelumnya dalam negosiasi mengenai masalah ekonomi dengan AS.

Rezaei mengeklaim bahwa Iran-lah yang menetapkan prasyarat dalam putaran perundingan berikutnya, bukan AS.

"Tidak seperti Amerika yang takut akan perang yang berkelanjutan, kami sepenuhnya siap dan terbiasa dengan perang yang panjang," katanya.

Rezaei, yang merupakan mantan panglima tertinggi IRGC, mengatakan di televisi bahwa Teheran akan menenggelamkan kapal-kapal Amerika jika Amerika Serikat memutuskan untuk mengawasi jalur pelayaran Selat Hormuz.

"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" katanya.

"Peluncur rudal kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kami dan sekarang diarahkan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika," paparnya, merujuk pada salah satu kapal induk AS.

"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal kami, dan kami dapat menghancurkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos dari kami," paparnya.

AS memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz setelah Iran memblokir pelayaran selama lebih dari enam minggu perang dalam konflik yang ditangguhkan karena gencatan senjata dua minggu yang rapuh masih berlaku.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved