Pakar Militer: Manuver Ciamik Indonesia Penuh Risiko
Selasa, 14 April 2026 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Selama bertahun-tahun AS adalah mitra militer Indonesia yang paling banyak latihan bersama yaitu sekitar 170 latihan per tahun. Ini bisa dikatakan tiap hari ada hubungan person to person antara personil TNI dan tentara AS.
Kepentingan Indonesia adalah semakin meningkatnya profesionalisme TNI yang bisa belajar dari militer AS yang kerap bertempur di mana-mana. Apalagi ditambah, militer AS adalah salah satu contoh terkait peran dan posisi militer dalam negara demokrasi. Sementara kepentingan AS adalah bagaimana tentaranya bisa mengerti dan punya data wilayah Asia Pasifik dan yang utama adalah membiasakan tentaranya dan menyesuaikan alat bertempur di wilayah dengan iklim tropis yang lembab di pulau-pulau.
Yang perlu diwaspadai tentunya adalah klausul 'kerja sama operasional'. Dalam hal ini,Kementerian Pertahanan RI perlu menjelaskan pada publik, apa rincian dari kerja sama operasional ini. AS punya kepentingan untuk punya pangkalan di RI, hal ini terus ditekankan AS dalam berbagai perundingan Tarif dengan Indonesia di era Trump.
"Keberadaan Pangkalan AS tidak sesuai dengan prinsip bebas aktif Indonesia, dan melanggar konstitusi dan kedaulatan negara, mengancam pertahanan nasional, serta berpotensi menyeret Indonesia ke dalam konflik geopolitik internasional. Kita melihat dalam perang Iran di mana pangkalan-pangkalan AS di berbagai negara timur tengah justru jadi sasaran serangan. Kita tidak ingin Indonesia menjadi battle ground, atau arena pertempuran," tutur Edna Caroline.
Dalam konteks inilah berita tentang Amerika yang beredar pada 13 April 2026 tidak perlu minta ijin saat memasukai wilayah udara Indonesia perlu diperhatikan. Walaupun pihak Kemhan RI mengatakan, hal ini baru sampai Letter of Intent, Indonesia perlu menegaskan politik bebas aktifnya juga harus diakomodir AS.
"Pasalnya, kalau Indonesia memberikan ruang atau akses untuk AS, berarti Indonesia juga harus memberikan ruang dan akses yang setara untuk negara lain termasuk Rusia dan China. Hal ini yang tidak diinginkan AS dan tentu Indonesia juga," kata Edna Caroline.
Kepentingan Indonesia adalah semakin meningkatnya profesionalisme TNI yang bisa belajar dari militer AS yang kerap bertempur di mana-mana. Apalagi ditambah, militer AS adalah salah satu contoh terkait peran dan posisi militer dalam negara demokrasi. Sementara kepentingan AS adalah bagaimana tentaranya bisa mengerti dan punya data wilayah Asia Pasifik dan yang utama adalah membiasakan tentaranya dan menyesuaikan alat bertempur di wilayah dengan iklim tropis yang lembab di pulau-pulau.
Yang perlu diwaspadai tentunya adalah klausul 'kerja sama operasional'. Dalam hal ini,Kementerian Pertahanan RI perlu menjelaskan pada publik, apa rincian dari kerja sama operasional ini. AS punya kepentingan untuk punya pangkalan di RI, hal ini terus ditekankan AS dalam berbagai perundingan Tarif dengan Indonesia di era Trump.
"Keberadaan Pangkalan AS tidak sesuai dengan prinsip bebas aktif Indonesia, dan melanggar konstitusi dan kedaulatan negara, mengancam pertahanan nasional, serta berpotensi menyeret Indonesia ke dalam konflik geopolitik internasional. Kita melihat dalam perang Iran di mana pangkalan-pangkalan AS di berbagai negara timur tengah justru jadi sasaran serangan. Kita tidak ingin Indonesia menjadi battle ground, atau arena pertempuran," tutur Edna Caroline.
Dalam konteks inilah berita tentang Amerika yang beredar pada 13 April 2026 tidak perlu minta ijin saat memasukai wilayah udara Indonesia perlu diperhatikan. Walaupun pihak Kemhan RI mengatakan, hal ini baru sampai Letter of Intent, Indonesia perlu menegaskan politik bebas aktifnya juga harus diakomodir AS.
"Pasalnya, kalau Indonesia memberikan ruang atau akses untuk AS, berarti Indonesia juga harus memberikan ruang dan akses yang setara untuk negara lain termasuk Rusia dan China. Hal ini yang tidak diinginkan AS dan tentu Indonesia juga," kata Edna Caroline.
Lihat Juga :