Pakar Militer: Manuver Ciamik Indonesia Penuh Risiko

Selasa, 14 April 2026 - 16:13 WIB
loading...
Pakar Militer: Manuver...
Pakar militer sebut manuver Indonesia penuh risiko. Foto/X/@SecWar
A A A
JAKARTA - Pertemuan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Perang AS Pete Heghset yang nyaris bersamaan dengan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putih bisa dilihat sebagai manuver cantik di tengah menyempitnya ruang geopolitik.

Perang Iran menegaskan kembali persepsi menurunnya hegemoni AS. Walaupun AS tetap menjadi negara terkuat saat ini, tetepi perilakunya yang merusak tatanan dunia mempercepat perubahan geopolitik. Dunia ke ke depan akan dipengaruhi oleh beberapa kekuatan besar dengan aturan main yang berbeda dengan saat AS menjadi satu-satunya hegemon.

Beberapa kekuatan tersebut yang berada di Asia-Pasifik diantaranya AS, China India, dan Jepang serta ditambah Rusia dan NATO. Indonesia yang berada di tengah persilangan geopolitik, apalagi dekat dengan Laut China Selatan yang diperkirakan rentan menjadi titik konflik di masa depan tentu perlu mengambil kesempatan. Tetapi Indonesia juga harus berhati-hati karena pastinya semua kekuatan di atas akan berebut pengaruh bahkan bisa berkonflik di kawasan Asia-Pasifik.

Pertanyaannya, bagaimana Indonesia mengambil manfaat dan menghindar untuk dimanfaatkan berlebihan dalam dunia dengan tatanan yang baru ini ? "Pertama dengan Russia, kerja sama energi tentunya menjamin stabilitas keamanan energi Indonesia ke depan. Namun yang juga strategis adalah kerja sama membangun tenaga nuklir dan antariksa. Dua hal ini di sisi lain tentunya akan menimbulkan kekhawatiran di regional, apa keinginan Indonesia dengan agendaagenda yang progresif ini," kata Edna Caroline, co founder Indonesia Strategic & Defence Studies (ISDS), dalam pernyataan yang dikirim ke SindoNews.



Hal ini yang kemudian diantisipasi dengan kunjungan dan kerja sama Pertahanan antara RI dan AS. Dengan kata lain, Indonesia menunjukkan sinyal politik Internasional, bahwa politik bebas aktif tetap dilakukan dengan bekerja sama dengan Rusia, tetapi juga dengan AS. Ada kepentingan AS di kawasan yang juga diakomodir Indonesia. "Dari berbagai agenda kerja sama pertahanan RI-AS, yang menunjukkan penekanan pada kepentingan AS adalah exercise dan operational cooperation," kataEdna Caroline, yang dikenal sebagai pakar militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved