Rusia Bersedia Tampung Uranium Teheran sebagai Syarat Iran dan AS Berdamai

Selasa, 14 April 2026 - 11:04 WIB
loading...
Rusia Bersedia Tampung...
Rusia bersedia tampung uranium yang diperkaya milik Teheran sebagai bagian dari syarat perdamaian Iran dan AS. Foto/Pravda
A A A
MOSKOW - Rusia telah menawarkan diri sebagai penampung uranium yang diperkaya Iran sebagai bagian dari syarat kesepakatan damai di masa depan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Tawaran ini disampaikan Kremlin pada hari Senin.

Perundingan damai antara Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan di Islamabad selama akhir pekan. Kegagalan ini telah menghancurkan harapan akan kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan menjerumuskan ekonomi global ke dalam kekacauan sejak dimulai pada 28 Februari.

Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, 15 Kapal Perang hingga Jet Tempur Siluman F-35 Dekati Iran

Rusia, yang memiliki persediaan senjata nuklir terbesar di dunia, telah berulang kali menawarkan untuk menampung uranium yang diperkaya milik Iran sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian apa pun.

“Usulan ini disampaikan oleh Presiden [Vladimir] Putin dalam kontak dengan Amerika Serikat dan negara-negara regional. Tawaran itu masih berlaku, tetapi belum ditindaklanjuti,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip dari AFP, Selasa (14/4/2026).

Kremlin juga mengkritik ancaman Trump untuk memblokade Selat Hormuz, jalur perairan vital yang telah lumpuh sejak AS dan Israel mulai menyerang Iran pada akhir Februari.

“Tindakan seperti itu kemungkinan akan terus berdampak negatif pada pasar internasional,” kata Peskov.

AS Ingin Iran Bekukan Pengayaan Uranium


Sementara itu, perselisihan mengenai aktivitas nuklir Teheran menjadi poin utama yang diperdebatkan dalam negosiasi akhir pekan antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan. Washington telah mengusulkan pembekuan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun dalam proposalnya, tetapi Teheran mengatakan hanya dapat menyetujuinya selama lima tahun, menurut laporan The New York Times dan Wall Street Journal.

Menurut laporan-laporan tersebut, AS dan Iran bertukar proposal tentang penangguhan aktivitas nuklir Iran selama perundingan di Islamabad, tetapi tetap berbeda pendapat mengenai lamanya kesepakatan.

Teheran telah mengusulkan penangguhan pengayaan uranium hingga lima tahun—tawaran yang ditolak oleh pemerintahan Trump, yang bersikeras pada 20 tahun, menurut laporan New York Times yang mengutip dua pejabat senior Iran dan satu pejabat AS.

Perkembangan ini menandai perubahan besar dari tuntutan pemerintahan Donald Trump sebelumnya agar Teheran mengakhiri pengayaan uraniuam secara permanen di tengah kekhawatiran bahwa hal itu dapat memberikan jalan bagi Teheran untuk membuat senjata nuklir.

Menurut ilmuwan politik Ian Bremmer, di tengah perbedaan pendapat, AS dan Iran mungkin akan mencapai kesepakatan mengenai penangguhan pengayaan uranium selama 12,5 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Berita Terkini
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved