Trump Hapus Unggahan Gambar Dirinya sebagai Yesus setelah Tuai Kecaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:17 WIB
loading...
A A A
Unggahan tersebut menimbulkan kecaman dari sejumlah tokoh Kristen konservatif terkemuka yang merupakan pendukung terbesar Trump.

"Saya tidak tahu apakah Presiden mengira dia sedang bercanda atau apakah dia berada di bawah pengaruh suatu zat atau penjelasan apa pun yang mungkin dia miliki untuk penistaan agama yang SANGAT KETERLALUAN ini," tulis Megan Basham, seorang jurnalis dan komentator konservatif di X.

"Dia perlu segera menghapus ini dan meminta maaf kepada rakyat Amerika dan kemudian kepada Tuhan," lanjut dia.

Trump sebelumnya telah menggunakan gambar-gambar religius dalam unggahannya. Selama persidangan penipuan bank tahun 2023, dia membagikan sketsa dari seorang pendukung yang menunjukkan dirinya duduk di sebelah Yesus di ruang sidang.

Para penasihatnya juga berulang kali menempatkannya dalam peran seperti Yesus.

Selama acara makan siang Paskah di Gedung Putih awal bulan ini, Paula White-Cain, seorang penginjil televisi yang telah menjabat sebagai penasihat spiritualnya, menyamakan Trump dengan Yesus. "Anda dikhianati dan ditangkap serta dituduh secara salah. Ini adalah pola yang familiar yang ditunjukkan Tuhan dan Juruselamat kita kepada kita," katanya.

Trump lebih antusias merangkul peran mesianiknya setelah upaya pembunuhan Juli 2024, kata Matthew Taylor, seorang sarjana tamu di Center on Faith and Justice di Georgetown University, yang mempelajari nasionalisme Kristen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved