PM Viktor Orban, Sekutu Trump, Kalah Pemilu Hongaria setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 - 10:30 WIB
loading...
PM Viktor Orban, Sekutu...
PM Viktor Orban (tengah), yang dikenal sebagai sekutu Presiden AS Donald Trump, kalah dalam pemilu Hongaria setelah 16 tahun berkuasa. Foto/Anadolu
A A A
BUDAPEST - Perdana Menteri (PM) Viktor Orban, yang telah memerintah Hongaria selama 16 tahun, telah mengakui kekalahan dari kubu konservatif pimpinan Peter Magyar dalam pemilu parlemen.

Dengan penghitungan suara di hampir 67 persen tempat pemungutan suara (TPS), Partai Tisza pimpinan Magyar diperkirakan telah memperoleh 137 kursi, atau lebih dari dua pertiga dari total 199 kursi parlemen, menurut hasil pemilu resmi.

Baca Juga: Negara NATO Ini Tiba-tiba Nyatakan Ukraina sebagai Musuh, Ini Penyebabnya

Pemungutan suara yang berlangsung pada hari Minggu dipantau ketat di seluruh Eropa dan di Amerika Serikat, di mana Presiden AS Donald Trump mendukung Orban, yang menyebut dirinya sebagai "duri" di sisi Uni Eropa dan pembela "demokrasi illiberal" yang juga dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Hasil pemilu, meskipun belum final, jelas dan mudah dipahami; bagi kami, ini menyakitkan tetapi tidak ambigu," kata Orban (62) kepada wartawan.

"Kami belum dipercayakan dengan tanggung jawab dan kesempatan untuk memerintah. Saya mengucapkan selamat kepada partai pemenang," katanya lagi, seperti dikutip AFP, Senin (13/4/2026).

Magyar (45), seorang pendatang baru di dunia politik dan mantan orang dalam pemerintahan, mengunggah di media sosial: "Orban baru saja menelepon untuk mengucapkan selamat atas kemenangan kami."

Tingkat partisipasi pemilu mencapai rekor 77,8 persen pada pukul 18.30 waktu setempat (16.30 GMT).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved