PM Viktor Orban, Sekutu Trump, Kalah Pemilu Hongaria setelah 16 Tahun Berkuasa
Senin, 13 April 2026 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
"Penuh Harapan"
"Saya sangat gembira. Saya datang ke acara ini dengan penuh harapan... Saya optimistis tentang perubahan," kata Orsolya Rozgonyi, seorang manajer SDM berusia 28 tahun, kepada AFP di tengah pendukung Partai Tisza yang berkumpul di Budapest dalam suasana meriah.
Suasana lebih tenang di antara ratusan pendukung Partau Fidesz pimpinan Orban yang berkumpul di dekat pusat pers.
Orban, yang berupaya meraih masa jabatan kelima berturut-turut, telah mengubah negaranya menjadi model "demokrasi illiberal", secara terbuka berselisih dengan Brussel mengenai masalah supremasi hukum, serta dukungan untuk Ukraina yang dilanda perang.
Magyar muncul di panggung politik hanya dua tahun lalu, berjanji untuk memerangi korupsi dan menawarkan layanan publik yang lebih baik, mengumpulkan dukungan di tengah stagnasi ekonomi, meskipun sistem pemilihan condong mendukung Partai Fidesz.
Kedua kubu menuduh adanya campur tangan asing selama kampanye di negara Eropa tengah berpenduduk 9,5 juta jiwa ini.
Wakil Presiden AS JD Vance mengunjungi Hongaria minggu ini untuk mendukung Orban, menyerang dugaan campur tangan "birokrat" Brussels di Hongaria, sementara Trump berjanji akan membawa "kekuatan ekonomi" AS ke Hongaria jika partainya Orban meraih kemenangan.
"Tidak Ada Pelanggaran"
Setelah memberikan suara, Orban mengulangi peringatan tentang "krisis besar" yang menanti Eropa.
Lihat Juga :